Kalimantan Selatan

Air Surga Buat Warga, Neraka Bagi Keuangan Negara

on

MARTAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Jaringan pipa air bersih untuk sambungan rumah secara gratis, program pusat yang dilaksanakan Disperkim Banjar 2016-2017 memang seperti air surga bagi warga masyarakat. Betapa tidak, memang banyak warga membutuhkan sambungan air bersih, apalagi ini digratiskan.

Beberapa tahun lalu, beberapa kali sosialisasi yang dilakukan Disperkim Banjar bersama PDAM Intan Banjar kepada masyarakat memang antusias diikuti masyarakat yang membutuhkan air bersih dari PDAM. Sejumlah lokasi seperti Kompleks Lutfi Tunggal Desa Bincau, memperoleh 60 sambungan rumah (SR) gratis. Begitu juga kawasan di Tungkaran, Cindai Alus, Tanjung Rema Darat dan puluhan kawasan lainnya.

Pejabat yang rajin bergerak mensosialisasikan, diantaranya, Kabag Produksi PDAM Intan Banjar, Nor Ifansyah, Kabag Hubungan Langganan Huzaimah Sanusi, Aliansyah Kabag Transmisi dan Distribusi serta Kabid Air Minum dan Penyertaan Lingkungan Disperkim Banjar, Edy Mulyono. Edy Mulyono disinyalir merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pipa gratis bagi warga kurang mampu. Namun, Edy kini sudah pensiun sejak 2017.

Belakangan, proyek yang ternyata cukup besar, karena ada sebanyak 46 paket pengerjaan, di mana setiap paketnya menangani 60 SR baik pipa maupun meterannya itu, terendus tidak beres.

Berdasar rilis Kejati Kalsel yang memperoleh data dari audit BPKP Kalselteng, proyek berpagu Rp9 miliar itu terdapat kerugian negara sebanyak Rp.4,2 miliar.

Sayangnya, HP Edy Mulyono ketika dikontak dalam kondisi tidak aktif, sehingga tidak bisa dikonfirmasi. Begitu juga salah satu anakbuahnya, Harniyah gagal dikonfirmasi, karena ketika didatangi di kantornya di Disperkim Banjar, menurut para staf, yang bersangkutan tidak masuk kerja.

print

Laman: 1 2

About iGlobalNews

Recommended for you