Leaderboard Iklan HUT RI Pemkab Muba Iklan HUT RI Dinas Bina Marga
Jakarta

Sinyal Adanya ‘Penumpang Gelap’ di Pilpres 2019

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Gejolak yang terjadi menjelang hingga pemilihan serentak tahun 2019 tidak luput dari indikasi terdapatnya ‘penumpang gelap’ didalam kendaraan politik salahsatu pasangan kandidat presiden RI yang bertujuan justru merupakan kontra dari aktualisasi azas konstitusional demokrasi yang sedang kita terapkan dan pupuk di negeri ini.

Maraknya hembusan-hembusan untuk saling membenci antar masyarakat serta tudingan-tudingan fiktif tidak berdasar yang terlontar dari mulut oknum tokoh politik maupun mengatasnamakan ulama bahkan mengumbar nama Tuhan, menyiratkan adanya upaya kelompok tertentu yang bertujuan memecah-belah, bahkan merubah sistem dan konstitusional negara yang telah digali bersama perjuangan gigih para bapak pendiri NKRI.

Dalam Diskusi Merawat Ke Indonesia-an berthema, “Gejolak Pemilu 2019 : Problem Demokasi Elektoral Atau Sekadar Mainan Bandar Politik?” yang menghadirkan para narasumber Arbi Sanit (Guru Besar FISIP-UI), Adhie M. Massardie (Deklarator Pemenangan Prabowo-Sandi), professor DR Indria Samego MA (Peneliti LIPI), dan mantan Komisioner KPU-RI Hadar Nafis Gumay ini menyimpulkan, terdapatnya penumpang gelap politik di Pilpres 2019 yang perlu disikapi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Pemilih Indonesia Boni Hargens menyimpulkan, para penumpang gelap politik dalam proses Pemilihan serentak 2019 yang saat ini telah terindikasi, mesti bertanggungjawab dikemudian hari, terutama terkait ujaran People Power yang dinilainya samasekali tak mesti terjadi di Indonesia.

“Kalau ada keributan yang diciptakan oleh teroris, oleh kelompok politik yang tidak mengakui pemilu yang telah berlangsung, harus ikut bertanggungjawab,” tegas Boni Hargens.

Terkait istilah People Power yang kerap dihembuskan oleh beberapa tokoh dihadapan publik belakangan ini, Boni Hargens menjelaskan bahwa People Power hanya terjadi ketika seluruh rakyat menyadari bahwa ada persoalan ketidakadilan yang dirasakan setiap orang atas otoritas kekuasaan penguasa.

Baca Juga  Rumah Pembuat Pil Ekstasi Palsu di Jakarta Barat Digerebek Polisi

“Apa yang terjadi di Philipina tahun 1986, itu people power karena adanya penindasan dan dipupusnya hak-hak asasi rakyat selama puluhan tahun. Dan itu tidak dalam keadaan Pemilu seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Diskusi yang dipandu moderator cantik Ghivani Adilah Irwandi – finalis AbangNone Jakarta Pusat – ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama di Ammarin Restaurat Plaza Sentral Jenderal Sudirman Jakarta.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : AJ.

print

Iklan HUT RI Pemkab Muba Iklan HUT RI Pemkab Morowali Iklan HUT RI Organda Iklan HUT RI PT IMIP Iklan Aidul Adha PT IMIP Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba

Berita Populer

To Top