Leaderboard Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba
Hukum dan Kriminal

Residivis Curanmor Kembali Dibekuk Polsek Wonosobo

TANGGAMUS, IGLOBALNEWS.CO.ID – Residivis Curanmor tahun 2016, Ahmad Sobari (25), warga Pekon Sri Melati, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus kembali ditangkap aparat kepolisian Polsek Wonosobo Polres Tanggamus Provinsi Lampung dalam pencurian dengan kekerasan (Curas) jambret, Senin (13/5/19) pukul 21.00 WIB.

Atas penangkapan tersebut, petugas juga sangat bersyukur, sebab dengan penangkapan Ahmad Sobari, 6 kejahatan tersangka baik jambret maupun pencurian lain dapat terungkap sekaligus dan terancam hukuman 9 tahun penjara.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Amin Rusbahadi, mengatakan, bahwa tersangka merupakan residivis Curanmor 2016, berhasil ditangkap setelah petugas menyelidiki laporan pelajar SMP bernama Jaya (14), Warga Dusun Siring Betik, Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus tanggal 22 April 2019 lalu.

Berdasarkan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, tersangka dapat terindentifikasi dengan dikuatkan barang bukti handphone Samsung Galaxy milik korban yang berhasil diamankan dari tangannya.

“Tersangka berhasil kami tangkap saat berada di rumahnya pada Senin (13/5/19) sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Iptu Amin Rusbahadi mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, dalam keterangannya, Selasa (14/5/19) pagi.

Iptu Amin Rusbahadi menjelaskan, dalam melancarkan kejahatannya terhadap korban, tersangka dengan cara mengambil secara paksa handphone dengan menodongkan senjata tajam ke arah tubuh korban.

“Akibatnya, selain kehilangan handphone, korban yang bertubuh kecil tersebut juga mengalami trauma yang mendalam bahkan sempat tidak mau lagi sekolah akibat ketakutan,” Jelasnya.

Menurut Kapolsek, berdasarkan pengembangan dan pengakuan tersangka, diketahui 6 kejahatan lain baik itu jambret maupun pencurian dengan pemberatan (Curat).

“Hasil pengembangan total 7 kasus terungkap dan diakui oleh tersangka dengan barang bukti yang diamankan 2 handphone dan 1 sepeda motor,” Ujarnya.

Ditambahkan Iptu Amin Rusbahadi, atas kejahatannya itu tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana.

Baca Juga  Dua Warga Negara Malaysia Selundupkan Narkoba dalam Kopi Sachet

“Ancaman maksimal 9 tahun penjara,” Pungkasnya.

Sementara, dalam penuturannya, tersangka mengakui semua perbuatan, namun hasil kejahatan tersebut hanya dipergunakan untuk membeli Narkoba dan rokok.

“Ya semuanya dari jambret sama ngambil motor juga. Uangnya saya pakai untuk beli sabu dan rokok,” Ujarnya.

Namun, setelah kedua kali tertangkap, pemuda beratato di lengan kanan dan kakinya itu mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya.

“Mau insyaf Pak, saya menyesal,” Ucapnya tertunduk.

Untuk diketahui, dari catatan Polsek Wonosobo, aksi 6 kejahatan lain yang juga diakui oleh tersangka di wilayah hukum Polsek Wonosobo yakni terhadap korban Ahmad Yani sesuai laporan polisi tanggal 7 April 2019 di Pekon Sri Melati Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, dengan kerugian 1 Unit HP Lenovo warna hitam dan barang bukti berhasil diamankan.

Kemudian, terhadap korban Angger Yoga Saputra sesuai kejadian tanggal 4 Mei 2019 di Pekon Banjar Negara Kecamatan Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Oppo A37F, barang korban masih dalam penyelidikan.

Selanjutnya, korban Waluyo kejadian bulan 2 Mei 2019 pukul 02.00 WIB di Pekon Banjar Negoro, Wonosobo kerugian 1 Sepeda Motor Suzuki Smash, barang bukti berhasil diamankan.

Lalu, terhadap korban Suhairi, kejadian 4 Mei 2019 di Pekon Banjarsari, Wonosobo, kerugian 2 Unit Hp yakni Hp Samsung dan Xiomi, barang bukti masih dalam pencarian.

Selanjutnya, korban Purnama kejadian sekitar bulan Mei 2019 di Pekon Sri Melati, Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Hp Xiomi Note 5 Warna Hitam, barang bukti dalam proses pencarian.

Terakhir, korban Riyadi kejadian awal Mei 2019 di Pasar Pangkul Pekon Sri Melati, Wonosobo, kerugian korban berupa 1 unit Hp Xiomi Redmi 4A, barang bukti dalam tahap pencarian.

Penulis: Sumantri.
Editor: Dny.

print

Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba

Berita Populer

To Top