Leaderboard Iklan Ucapan Puasa Pemkab Muba
Opini

Refleksi Jelang Ramadhan 1440 H, Ziarah Kubur Mengingat Mati

PALEMBANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sejumlah warga melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Naga Swidak, Jumat (3/5/2019) beralamat di Jalan DI Panjaitan Seberang Ulu II Palembang.

Seperti biasa mendekati bulan Ramadhan, hampir semua area pemakaman di Kota Palembang ramai dikunjungi warga yang berziarah. Dimulai dari membersihkan makam, menabur bunga, kemudian berdo’a untuk keluarga yang telah meninggal.

Saat media ini memantau area perkuburan yang terbilang padat itu, menjelang senja banyak terdapat pedagang bunga. Pedagang musiman ini menjamur sebelum bulan Ramadhan 1440 H. Bulan Ramadhan juga membawa berkah bagi pedagang bunga dan air kemasan dicampur kembang (di antaranya berisi daun pandan, bunga melati, bunga kantil, dan bunga mawar-Red).

Rohmah (52 tahun), salah satu pedagang bunga, dan air kemasan dicampur kembang, mengatakan, “Bila lagi ramai peziarah, ia bisa menghabiskan 50 bungkus bunga dengan harga per bungkus Rp.2500,- dan beberapa botol air kemasan kembang dengan harga Rp.5000,- per botol.”

Pedagang yang tinggal di sekitar pemakaman dan telah mempunyai 2 anak dan 2 cucu ini mengatakan kepada media dengan ekspresi wajah penuh kegembiraan.

Ruh yang Kembali di Bulan Ramadhan

Apabila tiba bulan Ramadhan, diyakini bagi umat Islam bahwa semua ruh berkumpul di Lauhul Mahfuz memohon kepada Allah SWT untuk kembali ke bumi. Ada ruh yang diizinkan pulang ke bumi dan ada yang tidak diizinkan. Ruh yang diizinkan pulang adalah karena amalan baik mereka semasa hidup atau karena ada anak-anak yang mendoakan mereka. Manakala ruh-ruh yang tidak diizinkan pulang disebabkan kesalahan mereka semasa hidup, mereka akan terus dipenjara di Luh Mahfuz.

Lalu apabila ruh diizinkan pulang. Hal pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke tanah perkuburan untuk melihat jasad mereka di sana. Kemudian mereka akan pergi ke rumah anak-anak mereka. Orang yang mendapat harta pusaka mereka dan ke rumah orang yang mendo’akan mereka dengan harapan keluarga yang mereka lawati itu memberi hadiah untuk bekal mereka.

Hal ini akan berlanjut hingga tiba Hari Raya Aidil Fitri. Pada saat itu mereka akan mengucapkan selamat tinggal kepada jasad dan pulang semula ke Lauhul Mahfuz dengan bekal yang didapatkan dari keluarga mereka yang masih hidup. Di sini diberitahu hikmah adanya alam kubur. Alam kubur membuktikan bahwa Allah itu Maha Pengasih Penyayang. Orang yang melakukan kesalahan semasa hidupnya bisa dibantu dengan doa dari orang-orang yang masih hidup.

Baca Juga  Sebuah Petisi Sastra dan Matematika Elementer

Alangkah bahagianya jika seseorang yang telah meninggal selalu mendapat kiriman doa-doa dari anak-anaknya dan orang yang masih hidup. Oleh karena itu wahai kaum muslimin dan muslimah bahwa jangan biarkan orang-orang yang kita sayangi, yang menghadap Allah terlebih dahulu dari kita sepi tanpa kiriman doa dan sedekah dari kita.

Sesungguhnya apabila mati seorang anak adam itu, terputus semua hal kecuali tiga (3) yaitu: Pertama. Doa anak yang shaleh. Kedua. Ilmu yang bermanfaat. Dan yang terakhir Ketiga. Sedekah amal jariah. Seandainya jenazah itu mampu bangun dan cerita tentang sakaratul maut dan azab kubur. Sudah pasti kita akan menghabiskan 24 jam di atas sajadah.

Kilas balik agar kita mengetahui bahwa Jembatan yang paling ditakuti, jembatan yang paling panjang dan lama untuk dilalui oleh semua orang, ialah Jembatan titian sirat yang lebarnya ibarat sehelai rambut di belah tujuh dan tajamnya lebih daripada mata pedang. Sementara di bawahnya terbentang Neraka dan diseberangnya terbentang Surga yang luas.

Diceritakan bahwa untuk menyeberangi titian sirat ini selama 1500 tahun lamanya, yaitu 5 ratus mendaki. Lalu lima ratus mendatar, serta selanjutnya lima ratus tahun menurun.

Refleksi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440 H, Ziarah Kubur ‘Mengingat Mati’

Saat ini banyak orang dilanda stres. Mereka merasakan resah dan gelisah yang tak kunjung henti. Tak tahu apa yang dipikirkan mereka sebelum tidur. Dari semua itu, ternyata salah satu akar masalahnya ialah menyangkut utang-piutang antar sesama.

Gejolak piutang semacam itu dilakukan untuk memenuhi tuntutan hidup mereka, baik aspek sandang maupun pangan (ekonomi rumah tangga-Red). Selain itu mereka takut mati karena mereka belum banyak bekal spiritual yang dimiliki. Kita harus menyadari bahwa mati itu adalah hal biasa dan pasti datang. Di mana pun dan kapan pun kita berada (“Setiap manusia bernyawa pasti mencicipi mati” (Qs.Ali Imran (3) : 185). Di manapun engkau berada, mati pasti menjemputmu, walau berada dalam benteng yang kokoh.” (Qs.An-Nisa (4):78). Dengan demikian mati adalah sesuatu yang pasti. Maka itu tak perlu (boleh) ditakuti.

Yang kita takuti ialah penyebabnya. Penyebab itu bisa sakit, malapraktik dokter atau karena hal lain. Kata syair, “ta’addadati asbab wal-mautu wahid (banyak macam penyebab kematian, tapi yang pasti mati itu hanya satu)”. Di sisi lain, takut mati dan cinta dunia atau materi merupakn dua hal yang selalu bergandengan. Takut resiko, ingin yang enak. Sifat ini sebagai penghalang untuk berma’rifah kepada Allah SWT. Lalu dengan rasa itu umat muslim menjadi lemah.

Baca Juga  Magnet Jokowi

(Hadist Nabi SAW menyatakan “bahwa akan datang suatu masa , umat Muslim dibuat rebutan makanan. Sahabat bertanya : Adakah waktu itu kami sedikit ? Dijawab Nabi Muhammad SAW : ‘Tidak. Bahkan ketika itu jumlahmu banyak tetapi, mereka bagaikan buih’. Mengapa demikian hai Rasullullah? “sahabat kembali bertanya. Dijawab beliau: “Yakni, cinta dunia dan takut mati”. Kita selalu ingat mati. Sabda Rasullulah SAW: Atsiru dzikra hazimil ladzdzat (perbanyaklah untuk selalu mengingat kematian) “Hadzimil ladzdzat” = penghilang atau pemenggal kelezatan, yakni kematian. Dengan ingat mati, maka orang akan mempersiapkan diri menuju kematian itu.

Untuk itu ada upaya yang baik bagi kita ialah disunahkan mengucapkan salam setiap kali melihat kuburan, lafaznya: assalamu’alaikum ya ahlal qubur wainna Insya Allah bikum lahiqun (salam sejahtera bagimu sekalian, hai ahli kubur, insya Allah kami akan menyusulmu di kemudian hari).

Kemudian yang diwajibkan bagi kita ialah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dengan amal kebaikan (saleh) dan upaya untuk mencapai akhir kehidupan kita atau ketika sedang sekaratul al-maut (hampir mati), akan tampak ‘video’ di hadapan kita, tentang amal perbuatan yang selama ini kita jalankan.

Maka barang siapa melakukan amal kebaikan, maka akan nampak, sekecil apa pun, dan sebaliknya apabila jelek, maka akan nampak pula, sekecil apa pun perbuatan itu” ( Qs.Az-Zalzalah (99): 76-8).

Sketsa dan wujud gambar itu menujukkan tempatnya di akhirat nanti. Yang kita harapkan ialah mati husnul khatimah (pungkasan, bahasa Jawa) = akhir yang baik, mengakhiri hidup dengan membaca kalimah thayyibah: La ilaha illallah muhammadur rasulullah.

Persiapan Mati Husnul Khatimah

Yang paling penting ialah memepersiapkan diri menjelang mati. Mati adalah masa transisi antara kehidupan duniawi yang fana dengan kehidupan ukhrawi yang baqa’ (abadi). Suatu masa di mana kita akan bertemu dengan Allah SWT. Kemudian apa yang kita banggakan? Allah atau harta, anak, titel kesarjanaan, jabatan, isteri/suami, dan sebagainya?

Itulah yang akan diingat atau disebut di akhir hayat kita. Jika Allah SWT yang kita idam-idamkan, maka akhir hayat kita (naza’) akan menyebut nama Allah.

Namun apabila yang kita idam-idamkan adalah harta, maka itu pula yang kita ketika naza’, suatu pertanda bahwa kita akan mendapatkannya: Man ‘asya ‘ala syai’in mata’alaih, waman mata’alaih yujza bihi (barang siapa yang hidup bergelimang atas sesuatu itu, dan barang siapa yang akhir hayatnya menyebut sesuatu, maka akan diberi balasan sesuai dengan yang disebut itu.

Baca Juga  Tawuran Pelajar Timbulkan Korban di Tangsel

Benarlah Allah SWT menjadikan hidup dan kehidupan ini sebagai ujian? Dan, mana di antara kita yang baik amalnya? “(Dialah) yang menjadikan mati dan hgidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”(Qs.Al-Mulk (67): 2).

Nah, lebih lanjut dan lebih jauh kita menelaah bahwa untuk mencapai mati yang baik (husnul khatimah) ada beberapa syarat yang harus dipenuhi : Sebut saja yang pertama, dan utama ialah memantapkan motivasi atau niat sebagai awal dari seluruh aktivitas seseorang. Karena niat menempati posisi sentral dalam seluruh aktivitas.

“Innamala’malu binniyyat…”(sesungguh perbuatan itu ditentukan oleh niatnya) “niyyatul mu’mini khairun min amalih” (niat seorang Mukmin itu lebih baik daripada amal perbuatannya), dengan niat, semua aktivitas menjadi terarah. Amal tanpa niat tidak ada artinya di sisi Allah.

Niat itu harus dilaksanakan di hati dengan penuh keikhlasan dan lillahi ta’ala (Qs.Al-Baqarah (2): 264 dan Al-Insan (76): 8-9). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu, ditimpa hujan lebat lalu menjadilah dia bersih.

Dengan demikian akhir kata dari Mr.Wancik adalah wartawan media ini iGlobalNews, yang berjudul tulisan diatas, yaitu Refleksi Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440 H. Ziarah Kubur “Mengingat Mati” tiada lain untuk intropeksi diri bagi kita semua bahwa ada slogan mengatakan “Jangan Mati Sebelum Mati”, yang artinya Hidup ini (Tahya) harus optimis karena Allah SWT. Dan pula kita harus selalu mengingat mati, yang artinya kita menjadi hamba Allah yang tawadhu, dan juga membekali dirinya dengan Amal Ibadah kita untuk akhirat kelak.

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H”. Semoga Amal Ibadah Kita (Saum, Sholat Tarawih, Sholat 5 waktu, Kuliah Shubuh, dan serta ibadah kita lainnya dapat diterima oleh Allah SWT. Aamin yarobbal alamiin.

Penulis: Mr. Wancik. AN, BE
Wartawan iGlobalNews. Ka.Biro Kota Palembang.

print
Iklan Ucapan Puasa Pemkab Muba Iklan Ucapan Puasa PT IMIP Iklan Ucapan Puasa Penasehat Hukum iglobalnews Iklan Ucapan Puasa Dinas Bina Marga Iklan Ucapan Puasa SMKN 1 Pemulutan Sumsel Iklan Ucapan Ramadhan Pemdes Karang Endah Selatan Iklan Ucapan Puasa Dinas Tata Ruang Iklan Ucapan Puasa Yayasan YPR Iklan Ucapan Puasa Desa Muara Pemuat Sarolangun

Berita Populer

To Top