Leaderboard Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba
Jakarta

KPA : AR Residivis Kejahatan Seksual Anak Terancam di Kebiri

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Photo Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (KPA).

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Arist Merdeka Sirait Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak (KPA) berpendapat bahwa AR (60) Residivis Kejahatan Seksual terhadap anak warga Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 76E UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penerapan PERPU No. 01 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun2002 tentang Perlindungan Anak patut dan layak selain dikenakan sanksi hukum degan hukuman seumur hidup, AR dapat dikenakan dengan tambahan hukuman “Kastrasi” yakni Kebiri melalui cara suntik kimia dan pemasang cip ditubuh pelaku. Selasa (14/05/2019).

Atas kejadian inilah, kesempatan bagi penegak hukum menerapkan sanksi hukum tambahaan yakni kebiri melalui suntik kimia.

Oleh sebab itu, Komnas Perlindugan Anak (KPA) mengapreasi Polres Tapanuli Selatan yang mengenakan ketentuan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No.01 Tahun 2016 kepada pelaku. Dengan demikian AR dapat diancam hukuman minimal 10 tahun pidana penjara dan maksimal 20 tahun bahkan AR dapat diancam dengan hukuman pidana penjara seumur hidup, demikian ditambahkan Arist.

Menurut penjelasan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Pliang, AR di tahun 2010 merupakan residivis kejahatan seksual terhadap putri kandungnya hingga melahirkan.

Atas perbuatan bejatnya itu, pelaku dikenai hukuman penjara 7 tahun di Lapas Salambue Padang Sidimpuan dan din LapasTanjung Gusta Medan kemudian bebas tahun 2016.

Dengan demikian, tidaklah berlebihan dan demi keadilan hukum bagi korban jika Komnas Perlindungan Anak (KPA) sebagai lembaga independen yang diberikan tugas memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia, mendorong Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan tutuntan dengan hukuman sebagaimana yang diatur dalam ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016, junto padal 82 ayat (1), (2) dan (3) UU RO Nomor 35 Tahum 2014 tentang perubahan atas UU RI.No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

print

Laman: 1 2

Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba

Berita Populer

To Top