Sumatera Utara

Emak-Emak di Tabagsel Kutuk Pelaku Kerusuhan di Gedung Bawaslu 22 Mei

TAPSEL, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dukungan atas kinerja TNI-Polri dalam mengamankan unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Pusat, 22 Mei 2019 lalu, terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.

Selain dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan praktisi hukum, dukungan juga datang dari Emak-Emak.

“Kita berterima kasih sama Bapak-Bapak polisi dan tentara yang telah bersikap tegas menindak para perusuh waktu itu. Bayangkan jika mereka lengah, bisa-bisa sampai ke kampung saya nanti ributnya,” Ujar Siti Komariah (48), warga Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan saat dijumpai wartawan, Senin (27/5/2019).

Wanita paruh baya yang akrab dipanggil Omak Ria ini, sehari-hari bertani ke ladang mengaku aktif mengikuti perkembangan situasi di media televisi, sehingga mengerti kenapa TNI dan Polri harus bertindak tegas.

“Saya lihat banyak premannya yang ditangkapi itu, ada yang bertato kulihat di TV. Entah apalah maksud orang itu demo-demo seperti itu, kalau ribut terus, nanti kami masyarakat kampung ini juga yang susah. Makanya kita minta sama polisi supaya yang perusuh itu ditangkapi semua,” Ujarnya.

Sementara Farida Sinaga, warga Desa Sipangko, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini, justru kasihan melihat polisi yang terluka saat mengamankan demo waktu itu.

“Kasihan kita nengok polisi itu banyak yang terluka kulihat di TV, mereka sampai kelelahan siang malam, tapi iya jugalah, namanya juga tugas. Cuma ya kasihanlah anak istrinya di rumah, melihat suaminya macam terlantar di jalanan karena menjaga unjuk rasa,” Ujarnya.

Farida juga mengaku bingung melihat keributan yang terjadi, Ia juga mengaku tidak faham apa sebenarnya tuntutan para pengunjuk rasa.

“Katanya jihad, tapi apa yang dijihadkan orang itu saya tidak faham? Kan tidak ada pelecehan agama ataupun ras. Kalau misalnya ada seperti kasus Ahok dulu, ya bolehlah orang itu demo, tapi ini buat apa? Emang agama siapa yang dilecehkan dek?” ujar Farida penuh tanda tanya.

Baca Juga  Penyandang Disabilitas Kota Padangsidimpuan Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Farida berharap, agar unjuk rasa seperti itu, jangan terjadi lagi. Karena menurut Farida aksi itu berakibat pada ekonomi masyarakat luas, kalaupun ada penyimpangan, ia mengajak masyarakat agar semua dipercayakan  kepada
hukum.

“Bilang sama orang itu dulu dek, ngapai pala ribut-ribut kali. Kan bisa dimusyawarahkan. Kalau di kampung kami ini, apapun masalahnya selalu terlebih dahulu dimusyawarahkan, tak mau kami ribut-ribut macam itu kan ada hukum,” Ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Penulis: Ucok Siregar.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top