Berita Utama

Aktivis Perempuan dan Warga Labuhan Haji Mengutuk Keras Pelaku Penyekapan di Lim Cafe

on

LOMBOK TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Nasib malang menimpa seorang Partner Song (PS) Lims Cafe Labuhan Haji berinisial MR (28) asal Sukabumi, Jawa Barat.

MR yang akrab disapa May ini diduga mengalami penyiksaan dan penyekapan oleh DI, pemilik Lims Cafe Labuhan Haji yang diduga dilakukan oleh seorang oknum aparat.

Kepala Desa Labuhan Haji, Pahminuddin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Sabtu (25/5/2019) menyatakan, “Berawal dari laporan warga kami beberapa hari lalu yang melaporkan adanya dugaan penyekapan terhadap karyawan cafe tersebut.”

Selaku pemerintahan desa yang menerima laporan, lanjut Kepala Desa langsung menghubungi, Babinsa,Polmas, security Cafe setempat, awak media bersama warga untuk mendampingi mengamankan korban ke Puskesmas setempat.

“Kami selaku aparatur desa dan warga Labuhan Haji mengecam segala bentuk tindakan kekerasan lebih-lebih terhadap perempuan siapapun dia dan apapun alasannya pun mengenai proses hukum kita serahkan pada penegak hukum,” Tegasnya.

Kasus penyekapan May tersebut mendapat sorotan dari banyak pihak, di antaranya; para aktivis perempuan, para legal Kelompok Konstituen, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan apapun alasannya, hingga sampai saat ini korban trauma mendalam,” Tegas Tri, aktivis perempuan dari Yayasan Mampu Bakti, saat dikonfirmasi awak media usai membuat laporan mendampingi korban di Mapolres Lombok Timur.

Setelah melakukan visum pada korban di RSUD R. Sudjono Selong, kini korban telah dibawa di Rumah Sakit Jiwa Mataram, untuk pemulihan psikologi karena korban mengalami trauma berat.

“Saat ini kita fokus dalam pemulihan kondisi korban, mengenai pendampingan dari lembaga juga sudah kita tembuskan ke Komnas Prempuan,” Paparnya.

Hal senada juga disampaikan, Judan Putra Baya, Ketua Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan bahwa korban dituduh mencuri uang kasir Cafe yang sebelumnya menjadi Partner Song (PS) hingga dia disekap selama satu setengah bulan dan kerap mendapat kekerasan fisik dari bosnya.

Baca Juga  Tongkang Batubara Tabrak Tiang Jembatan P6

“Itu berdasarkan tanda kekerasan di tubuh korban dan kondisi korban masih trauma berat hingga saat ini,” Terang Judan.

Kapolres Lombok Timur melalui Kasat Reskrim, AKP I Made Yogi Purusa membenarkan adanya laporan dari korban.

“Dari pihak Kepolisian akan tetap menindaklanjuti setiap laporan tentunya harus melalui proses, yang dinyatakan gila wajib diobservasi dan dinyatakan gila oleh Rumah Sakit Jiwa dan dibuktikan dengan hasil visum psikologi,” Kata AKP I Made Yogi Purusa.

Reporter: Jon.
Editor: Dny.

print

About Media iGlobalNews

Media online iGlobalNews adalah media informasi dan inspirasi. Media iGlobalNews mengabarkan berita secara cepat, tepat, terpercaya dan memberikan sajian secara aktual, tajam dan kredibel.

Recommended for you