Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Tangerang Selatan

Pasca Penganiayaan Antar Siswi SMP PGRI 1 Ciputat Berujung Damai

TANGSEL, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pasca penganiayaan terhadap seorang siswi yang terjadi di Sekolah SMP PGRI 1 Ciputat Kota Tangsel beberapa hari lalu akhirmya berujung Damai.

Perdamaian kedua belah pihak antara pihak keluarga siswi yang melakukan penganiayaan atau anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan siswi (pihak keluarga) yang mengalami korban di mediasikan oleh Cartam (kepala sekolah (Kepsek) SMP PGRI 1 Ciputat Kota Tangsel beserta jajarannya didepan Komite Sekolah, P2TP2A dan kedua belah pihak keluarga dalam agenda mediasi.

Selain itu pihak sekolah juga akan melakukan pendampingan dan sekaligus pembinaan kepada anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan anak yang mengalami korban.

Kepsek Cartam mengatakan kepada media, dalam menyikapi kasus tersebut, akan membuat surat perjanjian diantara kedua belah pihak orang tua siswi yang berisikan tidak akan mengulang terjadinya peristiwa tersebut.

Menurut Cartam, kedua siswi tersebut di Sekolah SMP PGRI 1 Ciputat tidak pernah memiliki catatan yang tidak baik atau tidak pernah ada masalah di sekolah.

*** Baca juga : Gara-Gara Kertas Contekan, Seorang Siswi SMP PGRI 1 Ciputat Dipersekusi.

Tampak hadir dalam mediasi di Sekolah SMP PGRI 1 Ciputat yaitu Kepsek SMP PGRI 1 Ciputat beserta jajaran, Komite Sekolah Zainuddin, jajaran P2TP2A Kota Tangsel, LBH P2TP2A, pihak korban (keluarga) serta pelaku (pihak keluarga).

Dalam mediasi sekaligus menyikapi kejadian ini, Cartam (Kepala Sekolah SMP PGRI 1) Ciputat mengatakan bahwa keputusan hasil mediasi, bahwa kedua siswi selama ini tidak memiliki pernah masalah terhadap keduanya begitu juga disekolah ini

Selanjutnya dirinya aku juga bersyukur dari bagian lembaga hukum P2TP2A ada pendampingan terhadap anak korban dan anak yang berhadapan dengan hukum.

Untuk 2 tahun yang lalu Kepsek Cartam mengungkapkan pernah membongkar istilah geng anak perempuan.

Baca Juga  Organisasi Lintas Tangsel Bahas UU MD3

Komite Sekolah, kita harus berjuang dan menyelamatkan anak sekolah, menjembataninya, mengarahkan anak-anak sekolah siswi kita. Komite Sekolah berharap atas nama lembaga bisa berteman kembali.

Sedangkan P2TP2A Kota Tangsel mengatakan akan memberikan pendampingan kepada siswi korban yang mengalaminya.

Dan meminta kepada siswa tidak lagi membully terhadap satu sama lain. Dan tidak ada lagi membully disekolah ini.

*** Baca juga : Klarifikasi, Pihak Sekolah Sangat Menyesal dan Meminta Maaf.

Penulis : Indra.
Editor : AJ.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top