Berita Utama

Limbah Tambang PT. Tamarona Diduga Dibuang Langsung ke Sungai

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Setelah meninjau dan menutup aktivitas PT. Minemex Indonesia, Wakil Bupati Sarolangun, H. Hilallatil Badri melakukan sidak terhadap tambang-tambang batu bara yang ada di Kecamatan Mandiangin, di antaranya PT Tamarona.

Sesampai di jalan produksi di tambang PT. CTSP dan PT. Tamarona terlihat sebuah pemandangan yang mengejutkan.
Pasalnya, mengalir air limbah yang hitam pekat di sepanjang jalan. Air limbah tersebut mengalir dari stock pile dan langsung dibuang ke sungai yang ada di lokasi tambang.

Hal tersebut membuat Wabup Sarolangun angkat bicara dan kesal. “Ini sangat fatal,” Ujarnya.

“Segera panggil dan suruh pihak perusahaan menghadap,” Ujarnya pada Kadis Lingkungan hidup Sarolangun, Deshendri.

“Jangan biarkan hal ini terjadi. Kalau mereka tidak mau membenah hal yang ada akan kita beri sanksi,” Katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini masih ada pihak perusahaan yang tidak melakukan kewajiban dan menjalankan aturan yang ada, namun kita lihat saat ini masih saja ada pihak perusahaan yang melanggar.

“Ke depan kita selalu melakukan monitoring dan turun ke lokasi tambang untuk mengetahui secara langsung perkembangan agar perusahaan yang mengantongi izin, patuh terhadap kewajibannya,” Katanya saat diwawancarai awak media, Selasa (23/4/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun, Deshendri.

“Ini sudah keterlaluan, masak limbah langsung saja dibuang ke sungai. Ini sangat fatal dan akan kita surati pihak perusahan terkait hal ini. Seharusnya air limbah di stock pile harus ditampung di kolam Ipal, dan tidak boleh dibuang sembarangan,” Ujarnya.

“Hal ini tentu sudah jadi pelanggaran dan harus dibenahi. Jangan sampai air limbah dibuang langsung ke sungai. Kita akan panggil pihak PT. CTSP dan PT. Tamarona dalam waktu dekat dan kita minta keterangan terkait limbah yang langsung dibuang ke sungai,” Kata Desehendri.

Baca Juga  Dubes India Tawarkan Festival Budaya di Aceh

Dijelaskannya, “Saat ini hari hujannya tidak begitu deras, maka aliran air masih kecil, bagai mana kalau hujan deras dan lama? Tentu airnya lebih besar lagi yang masuk ke sungai.”

“Air limbah tambang sangat berbahaya tidak bisa dibuang sembarangan ke median umum,” Katanya.

Perjalanan Wakil Bupati Sarolangun beserta rombongan terpaksa terhenti dan putar balik arah dann tidak dilanjutkan ke lokasi PT. Tamarona dikarenakan medan jalan yang rusak serta berlumpur.

Penulis: Andra.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top