Lombok

Bupati Lotim : Isra’ Mi’raj Adalah Momentum Introspeksi Diri

LOMBOK TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID – Memperingati perayaan Isro’ dan Mi’roj Nabi Besar Muhammad SAW, 27 Rajab 1440 H tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bekerjasama dengan PHBI, menggelar acara tersebut di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Selasa malam (02/04/2019), dihadiri Bupati Lotim H.M. Sukiman Azmy, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa/Lurah Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Jamaah Masjid Agung Al-Mujahidin.

Perayaan Isro’ Mi’roj tahun ini mengambil tema, “Melalui Sholat Berjama’ah kita belajar menjadi Makmum yang baik”.

Dalam sambutanya, Bupati Lotim H.M. Sukiman Azmy mengatakan, peristiwa Isro’ dan Mi’roj adalah peristiwa gaib, dengan gaibnya peristiwa tersebut apakah kita menjadi orang yang bertaqwa atau tidak, tergantung sejauh mana kita meyakini peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Dikisahkan Sukiman, Ada satu pristiwa gaib yang pasti dan pasti akan kita jumpai kelak, yakni pristiwa Yaumil Mahsar, dimana seluruh para Nabi dan para umatnya dikumpulkan di Padang Mahsyar. Seluruh para Nabi memiliki telaga termasuk Nabi Muhammad SAW.

Pada pristiwa tersebut, Nabi Muhammad lah yang paling besar telaganya, dikarenakan memiliki umat yang paling banyak, dan sipapun yang telah bersolawat dan bersahadat kepadanya, maka dia berhak meminum air telaga tersebut. Khasiatnya bagi umat Nabi, tidak akan kehausan walaupun jarak matahari hanya sejengkal saja. kaitanya dengan tema pringatan Isro’ dan Mi’roj Imam dan makmum tadi, maka 4 jenis manusia yang tidak di perkenankan memenum air telaga Nabi Muhammad SAW.

Kelak keempat jenis golongan itu, lanjut Sukiman di Yaumil Mahsar dan dia akan kehausan selama penghisaban nanti yakni pertama imam yang jalim, kedua Imam atau pemimpin yang mendukung kebijakan yang jalim, ketiga Alim ulama
yang diam dan tidak menegur pemimpin yang salah, dan yang keempat mereka yang mendukung dan hidup pada pemimpin yang zalim.

Baca Juga  Gempa Dahsyat Guncang Pulau Seribu Mesjid, Bali dan Sumbawa

“Oleh karena itu mari kita jadikan momentum peringatan Isro’ dan Mi’roj ini untuk mengintropeksi dan mengevaluasi diri bagaiman dengan sholat, tingkah laku dan cara kita dalam bermasyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama DR.TGH.Solah Sukarnawadi,MA, menyampaikan uraian hikmah Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhammad SAW. pada intinya menyampaikan pentingnya bersilaturahim, beritikaf mengenang perigatan Isro’ dan Mi’roj Nabi Besar Muhammad SAW. yang banyak mengadung hikmah dan pembelajaran guna diterapkan dakam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa Isro’ dan Mi’roj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW. dari Masjidil Haram ke masjidil Aqso selanjutnya perjalanan dari Masjidil Aqso ke Sidratul Muntaha, dan dari Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT, tanpa didampingi malaikat Jibril.

“Rukun islam disariatkan oleh Allah SWT melalui perintah malaikat Jibril kecuali sholat, sehingga hikmah sholat yang kita lakukan agar kira sama-sama sadar, bahwa kita sedang berkomunikasi langsung dengan Allah SWT yang didalamnya terkandung makna kata silaturrahmi.”

Dalam tema Isro’ Mi’roj kali ini, intisarinya adalah siapapun yang menjadi imam maka makmum harus ikhlas engikutinya, begitupun imam harus memberi contoh terbaik kepada makmumnya dan makmum akan mengoreksi jika imam atau pemimpin itu melakukan kekeliruan tandasnya.

Reporter: Jon.
Editor : AJ.

print

Berita Populer

To Top