Kalimantan Selatan

Jamaah Dalam Kota Sebaiknya Berjalan Kaki

on

MARTAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Puncak Haul ke-14 Syekh Zaini Ghani atau Guru Sekumpul sebentar lagi dilaksanakan, Minggu (10/3/2019). Kota Martapura sendiri sudah sebulan terakhir bersolek bersiap menyambut sejuta lebih jemaah yang datang dari dalam Kalimantan, bahkan dari Jawa, Sumtara, Sulawesi hingga dari luar negeri.

Tim Posko Induk, yang diwakili H Abdel, Agus dan Fauzan pun dalam kesempatan jumpa pers di Kantor Diskominfo Banjar berharap, agar relawan juga warga Martapura menyambut tamu haul dengan sebaik-baiknya.

“Untuk memperlancar arus lalu-lintas kita sudah berkoordinasi dengan Polres Banjar, Polres Banjarbaru juga Dishub Banjar. Tak kurang dari 14.546 relawan yang berada pada 138 posko dan 120 sub posko nanti akan bekerja mengatur arus lalu lintas, sehingga kemacetan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dapat diminimalisir,” ujar Abdel pada senin (04/03/2019).

Tamu haul diperkirakan lebih dari sejuta. Tentu akan banyak yang berharap bisa masuk ke area dalam regol yang terdapat Mushalla Ar Raudhah dan juga kubah Guru Sekumpul. Sehingga pada Minggu itu diharap jemaah asal Martapura dan Banjarbaru yang memang sudah kerap ke Sekumpul, mengalah untuk memberi tempat kepada tamu-tamu yang datang dari jauh.

Kendaraan yang datang dari arah Banjarmasin dan Cempaka bisa langsung menuju kawasan Sei Ulin, selanjutkan akan diarahkan para relawan dan petugas untuk mengisi sejumlah area parkir yang sudah disiapkan. Demikian juga yang datang dari arah Hulu Sungai, akan diarahkan melalui Tambak Baru, tembus Pingaran dan Bincau.

Sementara yang datang dari arah Sei Tabuk, bisa mengarah ke kawasan Kompas juga Pemda Banjar. Kabar dari Dishub Banjarbaru, area parkir di Murjani juga disiapkan, kemudian ada sejumlah bus yang disiapkan mengantar jemaah ke muara Jalan Rahayu, selanjutnya, berjalan kaki menuju Gunbtung Alaban tembus Sekumpul.

Baca Juga  Isolasi Cukup 10 Hari, Swab 1 Kali

“Selain itu, kami juga berharap, warga Martapura menghindari naik kendaraan menuju Sekumpul. Karena jauh lebih baik jika hanya berjalan kaki. Ini semata-mata untuk memberi ruang bagi tamu dari jauh yang memang harus naik kendaraan. Sebab, pengalaman sebelumnya, apada arus kepulangan, ternyata lebih mudah berjalan kaki untuk sampai rumah. Yang memakai kendaraan justru sampai rumah dalam kota memakan lebih lama,” tambah Agus.

Berdasar pengalaman tahun lalu, titik kemacetan terjadi di kawasan Astambul-Mataraman, sebab di sana malah banyak tempat istirahat, juga warung, sementara area parkir bagi yang singgah sangat terbatas. Kali ini, rest area lebih diarahkan di kawasan Tapin juga Kandangan.

“Semoga dengan rekayasa ini arah kepulangan ke Hulu Sungai bisa lebih lancar,” ujar Agus.

Titik rawan macet juga ada di Jl Mistar Cokrokusumo arah Cempaka Banjarbaru. Dulu, dibolehkan ada titik putar balik. Maka kali ini direkayasa untuk satu jalur kepulangan saja. Guna memudahkan relawan dan petugas menentukan titik parkir, maka kendaraan roda empat diberi stiker warna, bitu untuk arah Hulu Sungai dan merah dari Banjarmasin juga Pelaihari.

Penulis : Adi.
Editor : AJ.

print

About iGlobalNews