Papua

Decky Nawipa Menilai Persoalan Kedatangan Tomi Suharto di Papua Dianggap Terlalu Berlebihan

Foto: Sekretaris I DPD Partai Berkarya, Decky Nawipa.

Foto: Sekretaris I DPD Partai Berkarya, Decky Nawipa.

JAYAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait kedatangan Ketua Umum Partai Berkarya, yakni Tomi Suharto ke Papua dalam rangka meresmikan kantor Lembaga Masyarakat Adat di Merauke dan Wamena mendapat protes dari beberapa pihak yang menganggap Tomi membawa adat ke dalam ranah politik.

Menangapi beberapa statement dari pihak yang menolak kedatangan Tomi, Decky Nawipa salah satu kader Partai Berkarya mengungkapkan, bahwa kehadiran Tomi di Papua hanya untuk memenuhi undangan dari masyarakat.

Namun, kedatangan Tomi rupanya terlalu dipolitisir oleh pihak- pihak yang terkesan terlalu berlebihan.

“Saya rasa ini sangat tidak benar karena krhadiran dirinya di Papua untuk memenuhi undangan rakyat,t tidak ada maksud apapun,” Ungkapnya, Sabtu (9/3/2019).

Dirinya yang juga menjabat sebagai Sekretaris I DPD Partai Berkarya Provinsi Papua menilai pada salah satu statement Anggota DPRP, bahwa pengangkatan 14 kursi yang meminta agar KPU dan Bawaslu harus mengambil tindakan kepada Caleg DRR RI dari partai Berkarya untuk Dapil Papua, yakni Tomi Suharto untuk segera diproses dan diberi sanksi sangatlah keliru.

“Itu bukan ranahnya untuk mengancam agar Tomi tidak boleh maju DPR RI dari Papua. Sebab tidak ada sangkut pautnya kedatangan beliau dengan membawa adat di dalam politik ini hanya sebatas memenuhi undangan saja,” Tegasnya.

Kalaupun ada pihak -pihak yang berkeberatan jika seorang Tomi Suharto maju Caleg dari Papua, mengapa tidak mengkritik Caleg -Caleg lain yang juga maju dari Papua? Padahal mereka tidak pernah berada di Papua.

“Kan rata-rata orang non Papua yang caleg maju di pusat sana yang membawa Dapil Papua, kenapa itu tidak disoroti? Kenapa harus Tomi Suharto yang selalu menjadi sorotan. Ada apa di balik semua ini?” Kata Decky.

Baca Juga  KNPB Berhasil Tangkap Dua Pelaku Penyebar Hoaks di Medsos

Untuk itu, dirinya meminta kepada siapapun itu yang telah mengeluarkan statement yang menyesatkan masyarakat Papua terkait kehadiranTomi Suharto harus segera mengklarifikasi kembali karena ini dia anggap sudah mencemarkan nama baik secara pribadi dan lembaga Partai.

“Ini ada intervensi politik untuk saling menjatuhkan anatara kader partai yang akan maju di pusat,” Pintanya.

Ia pun berharap agar masyarakat Papua dapat berpikir cerdas, arif dan bijaksana serta tidak mudah terhasut oleh kelompok-kelompok yang memang ingin menjatuhkan nama baik orang lain di mata masyarakat. Itu bukanlah sikap yang gentlemen, sebutnya.

“Kalaupun Tomi mendapatkan kepercayaan ya karena masyarakat Papua ingin memberi kesempatan kepada beliau dan ini tidak ada unsur paksaan, dan tidak dibenarkan menjatuhkan bahkan mengintimidasi seseorang dengan penyataan yang tidak benar,” Tukasnya.

Penulis: Ir.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top