Jambi

Anggaran Dana Humas Pemda Sarolangun Dipertanyakan

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Anggaran dana di bagian Humas Pemerintah Daerah Sarolangun menjadi perbincangan hangat dan menjadi sorotan banyak kalangan.

Pasalnya, penggunaan anggaran sejak dipimpin oleh Kepala Bagian Sahrudin, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pemda tidak terbuka dan transparan.

Salah satunya berkaitan dengan penggunaan angaran yang diperuntukan kontrak kerja antara para media, baik media harian, media mingguan dan media online serta elektronik. Banyak di antara para media yang sudah memiliki kontrak merasa tidak puas dengan perjanjian.

Menurut salah seorang wartawan media terkemuka di Kabupaten Sarolangun, pada Rabu (27/3/2019) menjelaskan, “Benar kita heran, dari tahun ke tahun anggaran dana kontrak kita selalu dikurangi. Padahal, anggaran humas sudah cukup besar.”

“Bayangkan, dana humas untuk tahun 2018 ini saja Rp3 miliar,” Kata salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya ini.

“Kita heran, kalau dibandingkan dengan masa lampau, ke mana anggaran yang cukup besar, namun hanya kurang dari satu milyar saja untuk bayar kontrak sama para media untuk ekspose kegiatan Pemda Sarolangun,” Kata dia.

“Itu pun belum tentu betul dan benar. Kita menduga ada yang janggal dan tidak beres dalam penggunaan keuangan di bagian Humas Pemda Sarolangun. Karena selama ini tidak terbuka dan transparan jadi ada dugaan konspirasi di bagian ini,” Tambahnya.

Ia menyebutkan dan berharap agar pihak humas melakukan jumpa pers di setiap akhir tahun terkait soal anggaran ini.

“Soal anggaran, harus terbuka untuk publik. Berapa bayar media dan berapa biaya operasional para staf humas? Dan adakah sisa anggaran yang dikenal Silpa anggaran?” Ujarnya.

“Secara rinci kita juga mendekteksi adanya dugaan kontrak yang janggal dan ada permainan konspirasi, hingga ada kontrak setengah bodong dan tidak benar,” Kata dia.

Baca Juga  Seruan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jambi

“Kita lihat saja media mana saja yang sudah kontrak dan siapa wartawannya? Saat ini ada di antara nya satu orang memiliki lebih dari satu kontrak. Ini sudah menjadi rahasia umum,” Bebernya.

Ia juga menduga ada konspirasi yang terjadi di Humas Pemda Sarolangun, ada permainan yang sudah diskenariokan. Seolah-olah tidak ada masalah. Padahal ada yang tidak beres terkait anggaran yang dikelola Kabag Humas.

“Intinya, kita minta dana humas diaudisi secara total,” Ujarnya berharap dan jangan hal ini terus menerus terjadi di bagian humas.

Hal yang sama juga diakui oleh Hairul alias Botak, wartawan senior di Kabupaten Sarolangun, Selasa (26/3/2019). Ia mengatakan, “Kita berharap agar Humas Pemda berbenah terkait penggunaan anggaran, agar tidak jadi simpang siur.”

“Langkah yang paling tepat adalah pisahkan mana anggaran untuk media dan wartawan yang sudah ada kontrak kerja, dan mana dana operasional bagian Humas,” Kata Hairul.

“Hal ini perlu. Jangan selama ini anggaran ini tetap satu. Bisa jadi persoalan dan cemburu sosial. Hal ini perlu disikapi dan diluruskan, jangan sampai jadi sorotan,” Ujar Hairul, pria yang tak asing lagi di kalangan para wartawan ketika dibincangi di pelataran Kantor Bupati Sarolangun.

Hal yang sama juga dikatakan oleh seorang bakal Calon anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Achmad Sadikin.

Ia mengatakan, “Hendaknya apa yang menjadi kisruh soal anggaran di Humas Pemda Sarolangun harus segera disikapi. Karena ini bisa jadi image buruk. Humas adalah corong buat pemerintah daerah.”

“Bagaimana menjaga dan terbuka. Soal kegiatan yang dilakukan dia harus tahu. Apalagi soal anggaran, kalau ada kejanggalan harus diaudit secara total oleh inspektorat dan BPKP agar tahu ke mana anggaran, digunakan dan sudah tepatkah?” Ujar pria yang berlatar belakang aktivis dan cukup vokal di Sarolangun ini.

Baca Juga  Peringati Hari Pers Nasional, DPC PWRI Sarolangun Adakan Sunatan Massal

Lebih rinci, jelasnya, Humas harus terbuka. Apalagi anggarannya cukup besar, sampai tiga milyar. Harus jelas ke mana dan untuk apa anggaran digunakan.

“Sementara untuk bayar kontrak langganan sama media, masak hanya sembilan ratus juta saja? Jadi, soal anggaran Humas ini harus diungkap,” Kata Achmad Sadikin.

Terkait hal ini, Kabag Humas Pemerintah Daerah Sarolangun, Sahrudin, ketika dikonfirmasi soal transparansi dan adanya dugaan konspirasi soal anggaran di Humas Pemda yang ditanganinya, ia membenarkan jika anggaran di Humas sebesar Rp3 milyar.

Namun, dia menepis adanya konspirasi di tubuh Humas soal kontrak yang diduga fiktif.

“Kita akan cek itu kita akan tidaklanjuti informasi ini. Kita terima kasih diingatkan,” Ujarnya.

Namun dia masih mengeluh bahwa dengan anggaran yang dikelolanya di bagian Humas masih kecil bila dibandingkan dengan Kota Jambi.

“Dana kita kecil, cuma tiga milyar. Kita terkecil dana Humasnya bila dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi,” Kata Sahrudin.

“Bayangkan, Kota Jambi sudah Rp10 miliar dana humasnya. Sementara kita cuma segitu. Dana dana tersebut harus memenuhi semua kegiatan yang kita lakukan,” Tutup Sahrudin.

Penulis: Andra.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top