Leaderboard
Berita Utama

Ketua LSM Bintang Nusantara: Penyidik Polres Pemalang Harus Profesional Tegakkan Keadilan

PEMALANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polres Pemalang terhadap lima oknum wartawan dan LSM yang diduga menerima suap hingga ratusan juta rupiah.

Lima oknum wartawan dan LSM yang terima suap itu diduga berasal dari beberapa oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Pemalang, Rabu (28/11/2018) lalu.

Hal itu mengundang banyak pihak yang mengritik, gunjingan serta memberikan saran.

Sebelumnya, sempat ramai di kalangan awak media, dengan gencarnya pemberitaan dari sejumlah media lokal dan nasional baik yang online, cetak maupun elektronik perihal Operasi Tangkap Tangan tersebut.

Ketua LSM Bintang Nusantara Kabupaten Tegal Harjo Yiyatno meminta agar pihak Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pemalang bertindak secara profesional dan proporsional dalam menangani kasus tersebut sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku.

“Siapa pun dia dan apa pun jabatannya, semua sama di mata hukum. Penyidik tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penanganan kasus ini,” Ujar Harjo Yiyatno menanggapi hal tersebut.

“Jika penerima suap ditahan, pemberi suap juga harus ditahan agar keadilan di negara hukum ini benar-benar bisa ditegakkan demi keadilan. Apapun dan bagaimana alasannya, dua-duanya melakukan tindakan yang melanggar hukum,” Tegas Harjo Yiyatno, Jumat (8/2/2019).

Ketua LSM Bintang Nusantara sementara ini percaya bahwa dalam melakukan penahanan, penyidik didasari bukti-bukti yang cukup.

Oleh karena itu, lanjut dia, penyidik harus jangan tebang pilih dalam menangani kasus ini.

“Uang yang digunakan untuk menyuap para tersangka patut dipertanyakan. Itu uang pribadi atau uang milik sekolah? Selain itu, kasus oknum kepala sekolah yang diduga korupsi Dana BOS yang kasusnya sudah dilaporkan para tersangka di Polres Pemalang segera harus ditindaklanjuti dan diusut tuntas,” Kata Harjo Yiyatno.

Baca Juga  Bupati Morowali Terpilih 'Taslim-Najmudin' Deklarasi Kemenangan

“Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada apinya, sangat mustahil masing-masing kepala sekolah itu mau memberikan uang kepada tersangka jika mereka tidak mempunyai maksud tertentu dan merasa bersalah,” Ujar dia.

“Sekali pun mereka merasa dipaksa/ditekan serta diancam, kalau merasa tidak berbuat dan bersalah mengapa harus mereka takut jika kasusnya diberitakan bahkan dilaporkan ke pihak polisi?” Tanya dia.

“Justru mereka memberikan uang kepada tersangka, itu justru merupakan bentuk pengakuan atas dugaan kasus korupsi dana bos yang mereka lakukan,” Tandasnya.

Lanjut dikatakan Ketua LSM Binus, dia menganggap bahwa penyidik dalam penanganan kasus ini bertindak tidak adil hingga sekarang ini.

“Karena para pelaku penerima suap sudah ditangkap dan ditahan, sedangkan lima oknum kepala sekolah yakni masing-masing sekolah, SMK PGRI 1 Taman Pemalang, SMK PGRI 2 Taman pemalang, SMK Nusantara 1 Comal Pemalang, SMK Satya Praja 2 Petarukan Pemalang, SMK PGRI 3 Randudonglal Pemalang, selaku pihak pemberi suap masih berkeliaran menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum?” Ungkap Harjo Yiyatno.

“Ada apa ini sebenarnya Polres Pemalang? Kenapa tidak berani mengusut serta menyeret kelima oknum kepala sekolah masing-masing tersebut ke meja hijau?” Tandas dia.

Ditambahkannya, “Dalam penanganan kasus ini, profesionalisme dan independensi Polres Pemalang dipertaruhkan.”

“Bisakah Polres Pemalang menegakkan supremasi hukum seadil-adilnya serta menuntaskan kasus ini dengan cepat. Atau sebaliknya, justru akan mengambang hilang tak tertentu rimbanya,” Tandas Harjo dengan nada Tegas.

Penulis: Rico.
Editor: Dny.

print

Iklan HUT Kota Tangerang ke-26 SMAN 8 Iklan HUT Kabupaten Tanggamus ke-22 K3s Iklan HUT Kota Tangerang ke-26 PDAM Iklan Caleg Hanura Iklan Caleg DPRDTangerang Iklan Loker Dede

Berita Populer

To Top