Hukum

Jaksa Hadirkan Benny Andreas Teman Terdakwa Sewaktu di Penjara Sebagai Saksi

Terbit Tanggal 21 Februari 2019 oleh iGlobalNews

Photo Terdakwa, Soi Li Hin als Tony Tjahyadi didanpingi Pengacaranya di Persidangan.

Photo Terdakwa, Soi Li Hin als Tony Tjahyadi didanpingi Pengacaranya di Persidangan.

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Jaksa penuntut umum, Reza Pahlawan dari Kejaksaan Negeri Tangerang, hadirkan 2 saksi fakta, Benny Andreas dan Leon Andri dalam sidang lanjutan terdakwa, Soi Lin Hin als Tony Tjahyadi, di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (20/02/2019).

Saksi Benny Andreas yang sekarang masih mendekam di Lapas Tangerang menerangkan dihadapan ketua majelis hakim, Samsudin. terdakwa Soi Lin Hin kenal, ketika sama di penjara, dan setelah bebas bersyarat membantu memasarkan produksi kopi arabica sanchet di PT Portun Indonesia.

Terdakwa, Soi Lin Hin meminta kepada Benny Andreas agar dimasukan sebagai pengurus dan pemegang saham di PT Portun Indonesia yang sudah berobah nama menjadi PT Benyamina Natural Indonesia (PT BNI) untuk ditunjukan ke Alvamart agar kopinya bisa masuk.

Benny Andreas menerangkan di persidangan pernah membuat surat pernyataan pada Tanggal 31 Pebruari 2017 seakan akan terdakwa, Soi Lin Hin, als Tjahyadi punya saham dan Direktur di PT Benyamina Natural Indonesia, untuk meyakinkan investor berinfestasi dan membeli sahamnya.

Berdasarkan surat pernyataan dan bujuk rayu, Soi Lin Hin Direktur PT Benyamina Natural Indonesia, saksi korban Tony David, melalui Leon Andri mentransfer 5 miliar ke PT. BNI dengan dua kali transfer, untuk membeli sahan sebanyak 5.000 lembar, Tanggal 24 Pebruari 2017 senilai 3 miliar dan 2 Maret 2017 senilai 2 miliar.

Photo Saksi Leon Andri menunjukan pembeluan saham melalui tranfer  di hadapan ketua majelis hakim, Samsudin Rabu 20 / 2 / 2019 di PN Tangerang.

Photo Saksi Leon Andri menunjukan pembeluan saham melalui tranfer di hadapan ketua majelis hakim, Samsudin Rabu (20/02/2019) di PN Tangerang.

Tapi setelah saham PT BNI dibeli pihak Tony David melalui Leon Andri, pihak pembeli minta laporan keuangan, kepada terdakwa Soi Loi Hin, dan mengatakan kepada saksi korban dalam 3 bulan akan dibuatkan laporan keungan, tapi sampai RUPS keluar laporan keungan yang dijanjikan terdakwa tidak pernah ada.

Karena curiga dengan keberadaan PT Benyamina Natural Indonesia saksi korban Tony David mencoba membeli mobil BMW melalui Lising dengan agunan dan persyaratan dari PT BNI, tapi Lising menolak dengan alasan rekening Perusahaan kosong.

Karena saksi merasa sudah di bohongi terdakwa, Soi Loi Hin selama satu tahun sudah membeli saham PT BNI, tapi tidak pernah mendapatkan keuntungan, (devident) dari saham yang sudah dibeli 5 miliar, padahal saksi korban sudah berjanji menanamkan modal senilai 20 miliar.

Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya di persidangan, mengatakan, terdakwa berjanji mengembalikan uang korban yang, dan sudah mengembalikan 1 miliar kepada, Timoteus Pengacara pelapor.

Perbuatan terdakwa menurut Jaksa penuntut umum, Reza dalam surat dakwaanya, Soi Lin Hin melanggar Pasal 372 dan 478 KUHP dengan penipuan dan penggelapan.

Penulis : JP. Dasuha.
Editor : AJ.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top