Jambi

Oknum Guru SD NO26/VII Semurung Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa

 

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Seorang oknum guru SD No 26/VII Semurung berinisial HN diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap salah seorang siswanya, MD.

Oknum guru HN diduga melakukan kekerasan saat salah seorang muridnya yang berinisial MD terlambat hadir ke sekolah.

Perilaku yang dilakukan oknum guru HN sungguh menyakitkan perasaan dan hati orang tua dari siswi MD, Hafiz.

Pasalnya, putri semata wayangnya, MD saat mengikuti jam pelajaran di sekolah tersebut mendapat kekerasan dari salah satu oknum guru di sana. Hal ini disampaikan Hapis pada awal Desember 2018 lalu.

“Saya tidak terima atas pemukulan terhadap anak saya. Apalagi pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru berinisial HM sampai melukai anak saya, tindakan yang dilakukan HN tersebut saat MD terlambat hadir di sekolah,” Kata Hafiz.

BACA JUGA: Kadis Pendidikan Lukman Segera Panggil Kepsek dan Guru SD 26 Semurung

BACA JUGA: Adanya Dugaan Kekerasan di Sekolah, Bukannya Selesaikan Masalah, HN Malah Balik Menghina

BACA JUGA: Tanggapan Mantan Sekdin (DP3A), Orang Tua Murid Dianjurkan Lapor Jika Terjadi Kekerasan di Sekolah

Menurut disiplin sekolah tersebut, bagi anak-anak yang tidak membuat PR dan terlambat hadir diberi hukuman.

Hafiz menjelaskan kepada awak media perihal tindakan kekerasan tersebut, “Awalnya, anak saya diberi hukuman oleh HN untuk memindahkan setumpuk seng bekas bongkar bangunan sekolah yang sedang direnovasi saat itu.”

“Namanya masih anak-anak, tentu mereka tidak kuat dan tidak mampu mengangkat seng-seng tersebut. Di situlah HN melakukan tindakan pemukulan di bagian tangan, tepatnya anak jari dari anak saya tersebut dengan memakai rol kayu hingga mengeluarkan darah di antara sela-sela kuku jarinya,” Jelas Hafiz.

Baca Juga  Diduga Ilegal Drilling Dikonsesi PT.AAS Jadi Sorotan

“Kemudian dari kejadian itu, sepulang dari sekolah tersebut anak saya mengalami syok hingga akhirnya mengalami sakit beberapa hari,” Kata Hafiz.

“Ketika saya melihat ada keanehan dan pembengkakan terhadap jari tangannya, maka saya tanya apa penyebabnya? Saat itulah saya terkejut mendengar cerita putri saya bahwa dia mendapat pemukulan oleh seorang oknum guru di sekolahnya yang berinisial HN,” Tambah Hafiz.

Ia menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum guru HN saat anak sedang mengikuti jam belajar.

“Maka, saya selaku orang tuanya sangat menyesalkan,” Ujarnya.

“Saya berharap supaya oknum guru tersebut diberi sanksi dan ditindak secara hukum agar hal demikian tidak terulang lagi di SD 26 Semurung ini,” Harap Hafiz selaku orang tua MD.

Ia melanjutkan, “Selain itu, saya mengharapkan karena adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh HN tersebut, tentu anak-anak terutama putri saya trauma dan takut ketika mengikuti pelajaran darinya.”

“Maka dari itu, kita mengharapkan kepada dinas terkait, Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun untuk memindahkan HN ke sekolah lain. Kalau perlu keluar dari Kecamatan air Hitam ini,” Ujar Hafiz.

Terkait hal tersebut, Kepala Sekolah SD 26 Semurung dan HN ketika dikonfirmasi di sekolah tersebut beberapa waktu lalu membantah apa yang telah dituduhkan oleh orang tua murid MD.

HM mengatakan, “Saya merasa tidak pernah melakukan kekerasan terhadap anak-anak.”

Namun, yang paling mengejutkan, sebelumnya HN berkali-kali meminta untuk tidak diterbitkan media perihal kejadian kekerasan ini.

Dengan sedikit gugup dan emosi, ia mencak-mencak di ruangan kantor dan akan menuntut ketika berita dinaikkan.

Bahkan, berkali-kali mengucapkan bahwa tuduhan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap MD itu bohong dan tidak benar dan ia tidak senang. Ia mengucapkan hal tersebut dengan ucapan yang keras.

Baca Juga  Wajib Belajar 9 Tahun Dan Gratis Tapi Bayar..???

BACA JUGA: Penyelesaian Kasus Pemukulan Murid di SDN 26 Semurung Ngambang

Kepala Sekolah SD NO26/VII Semurung pun menepis dan mengatakan bahwa apa yang dialamatkan oleh orang tua siswi tentang adanya perilaku kekerasan saat jam belajar itu bohong.

“Kami tidak pernah melakukan hal kekerasan terhadap anak. Namun, benar ada penerapan disiplin terhadap anak di sekolah ini,” Ujarnya.

Sebelum berita ini dilansir, awak media ini banyak mendapat telpon dari orang-orang yang diduga suruhan HN yang mengaku sebagai keluarga yang bersangkutan.

Kemudian, lebih mengejutkan lagi membawa nama institusi pemerintahan. Lalu, ada juga yang mengaku sebagai wartawan media KPK.

Penulis: Andra.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top