Hukum

Ada Peluang Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Tak Ditahan Kejari Jika Berkasnya P 21

on

Photo Kejari Depok Sufari saat memberi Penjelasan.

Photo Kejari Depok Sufari saat memberi Penjelasan.

DEPOK, IGLOBALNEWS.CO.ID – Mantan walikota Depok dua periode Nur Mahmudi Ismail besama bekas sekda Depok Harry Prihanto yang jadi tersangka dugaan korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka Kecamatan Cimanggis ada peluang tak ditahan kembali bila berkasnya dinyatakan lengkap atau P-21.

Kemungkinan kami tak akan menahan mereka dengan alasan berkas masih bolak balik dari kejari ke unit Tipikor Polresta Depok yang menangani kasusnya, kata Kejari Depok Sufari.

Jangan terlalu berandai andai kesana, ini step by step harus kita bereskan, ucap Sufari saat ditemui di pengadilan Negeri Depok, Rabu, (16/1/2019).

Sufari menjelaskan, jaksa peneliti berkas di kejari Depok tiga kali kita kembalikan berkas itu kedua tersangka yang terancam 20 tahun penjara.

Cuma disayangkan dia menampik hal itu kalau berkas itu disebut bolak balik,menurut dia,bila penyidik unit Tipikor Polresta Depok mengikuti petunjuk Jaksa Peneliti yang diberikan maka berkas pasti sudah lengkap.

Bukan bolak balik,sepanjang petunjuk itu dilengkapi pasti jalan, saya kira itu sudah cukup, tutur Sufari.

Ketika disinggung apakah kejari Depok tidak memiliki komitmen menuntut bekas walikota Depok dua periode itu kepenjara, sufari menampiknya.

Dia mengatakan, petunjuk yang diberikan jaksa peneliti berkas merupakan bentuk kesungguhan kejaksaan Negeri Depok menjerat Nur Mahmudi dan Harry jadi terdakwa.

Andaikan tidak komit, ngapain kita beri petunjuk tanyanya, jadi memberi petunjuk itu suatu bentuk kesungguhan, bisa dinilai secara, ilmiah dan akademis,katanya.

Kasi pidsus kejari Depok Ari Palar yang baru menjabat pun menyatakan penyidik masih belum memenuhi petunjuk yang diberikan sehingga berkas dikembalikan pada kamis (10/1/2019).

Walaupun dalam pengembalian berkas sebelumnya penyidik Unit tipikor Polresta Depok butuh waktu sekitar dua bulan untuk melengkapi,jaksa tetap menilai ada yang kurang.

Baca Juga  Tim Saber Pungli Menyelidiki Di Dishub Kabupaten Garut

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus membenarkan bila penyidik memutuskan tak menahan kedua tersangka karena alasan subjektif harus berupaya kembali melengkapi petunjuk yang diberikan jaksa.

Secara umum jaksa berpendapat ada petunjuk jaksa yang belum terpenuhi,sehingga kami enggak bisa menjelaskan.Tapi menurut jaksa belum lengkap, jadi dikembalikan lagi ke kami, singkat Firdaus.

Dalam berkas perkara Nur Mahmudi dan Harry dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor Nomor 20 Tahun 2001 junto pasal 55 (turut serta) Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara.

Nur Mahmudi dan Harry diduga merugikan keuangan Negara sekitar Rp.10,7 Miliar karena menggunakan APBD Depok tahun 2015 untuk pembebasan lahan di jalan Nangka Ciimanggis Depok.

Penulis : Dar
Editor : AJ.

print

About iGlobalNews

Recommended for you