Berita Utama

MOI Gelar Cafe Talkshow, Diskusikan Badan Hukum Perusahaan Pers

BEKASI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) menggelar Cafe Talkshow membahas tentang Badan Hukum Perusahaan Pers di Jamie’s Cafe Hotel Ayola Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/11/2018) sore.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pemilik media yang tergabung dalam Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Bekasi, beberapa wartawan dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Paguyuban Wartawan Polres Metro Bekasi, menghadirkan pembicara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Media Online Indonesia (DPP MOI) Rudi Sembiring, Sekjen Edi Prabowo dan Ketua DPC MOI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon.

Ketua DPC MOI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon menyatakan bahwa Cafe Talkshow yang difasilitasi DPC MOI Kabupaten Bekasi sejalan adanya kebijakan baru tentang standarisasi pengelolaan media di seluruh tanah air. Selain itu karena keprihatinan para jurnalis atas vonis dan fenomena hoaks dari sejumlah kalangan terhadap media online yang kini bertebaran di tengah masyarakat.

Ditambah lagi dengan banyaknya media online di Indonesia yang terkena Undang-Undang ITE dengan ancaman pidana. “Kekhawatiran ini semakin muncul lantaran menjamurnya media online tidak dibarengi dengan sertifikasi Dewan Pers,” kata Doni ardon.

Media yang belum tersertifikasi di Dewan Pers, lanjut dia, “Kalau ada kasus atau masalah hukum, maka sulit memperokeh perlindungan UU Pers dan beritanya dinilai hoax sehingga terancam UU ITE dengan sanksi dipidanakan,” terang Doni Ardon.

Karena beberapa alasan tersebut, Cafe Talkshow menggelar Forum Diskusi Publik dengan mengusung tema Pentingnya Badan Hukum Perusahaan Pers. Menanggapi penyampaian tersebut, ketua umum DPP MOI Rudi Sembiring mengakui adanya kerawanan dan resiko tinggi terhadap media online di Indonesia yang tidak memiliki badan hukum perusahaan pers dan melakukan pemberitaan. Sudah banyak kasus kriminalisasi yang terjadi pada jurnalis dan media online dengan menggunakan UU ITE dan KUHP.

Baca Juga  Warga Negara Mozambique Kedapatan Bawa 80 Bungkus Sabu di Perut

“Hal ini menjadi perhatian kami untuk melakukan upaya-upaya tertentu demi menjaga Media Online dari tindakan kriminalisasi jurnalisme yang kerap terjadi,” ucap Rudi Sembiring.

Salah satu tindakan diantaranya dengan mempermudah pengurusan badan hukum perusahaan pers dan memfasilitasi pendaftarannya ke Dewan Pers.

“Bahkan jika ada pengusaha media online yang belum mampu membiayai pembuatan perusahaan persnya, kami DPP MOI akan memberikan pinjaman atas sebahagian dari biaya itu,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, , Sekjen DPP MOI, Edi Prabowo menjelaskan biaya pendirian perusahaan pers secara umum sebesar 7 – 10 juta rupiah. Namun bagi anggota MOI ada subsidi dari DPP sebesar 4,5 juta untuk setiap pendirian perusahaan pers sehingga yang perlu dibayarkan oleh para pemilik Media Online hanyalah Rp 3 juta saja untuk pendirian Perusahaan Persnya. Pendirian perusahaan pers tersebut dibantu oleh notaris yang sudah bekerja sama dengan DPP MOI.

“Keberadaan notaris ini berdomisili di Kota Denpasar Bali,” kata dia. Maka untuk penandatanganan Akta pendirian perusahaan pers, para pendiri bisa mendatangi langsung ke kantor notaris di Bali, atau mengundang notaris tersebut ke wilayah masing-masing.

“Kalau masih kerepotan juga, diberikan kemudahan ketiga yaitu dengan memberikan kuasa kepada Ketua Umum atau Sekjen DPP dengan Surat Kuasa bermaterai sebagai penandatangan di Akta perusahaan pers yang akan didirikan,” jelasnya.

Menurut Edi Prabowo, program bantuan pendirian perusahaan pers ini adalah upaya DPP agar seluruh anggota MOI dimanapun berada dapat bekerja secara profesional dan tulisannya berkualitas karena memiliki legalitas hukum yang sah dan diakui keberadaannya oleh pemerintah dan masyarakat,” jelas dia.

print

Laman: 1 2

Berita Populer

To Top