Berita Utama

Bupati Morowali Tegur Investor dan Pejabat Lewat Puisi

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Bupati Morowali Drs. Taslim membacakan puisi saat membuka acara Evaluasi Pengelolaan Pertambangan, Industri dan Perkebunan yang dilangsungkan pada Jumat (03/11/2018) di Aula Kantor Bupati.

Rapat tersebut dihadiri 11 perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan dan industri serta satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Hadir pula Kepala Dinas PMPTSP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali juga Kelompok Pecinta Alam Morowali dan sejumlah pejabat OPD terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali.

Berikut puisi yang dibacakan oleh Bupati Morowali:

Kau yang kini tertawa
Bermandikan harta, Berkawan dengan kemewahan
Dari mana kau dapatkan semuanya
Dari pohon yang kau tebang
Dari hewan yang kau bunuh
Dari tanah yang kian tandus
Dari air yang kian kering
Dari sungai yang kian kotor
Dari hutan yang kau bakar

Apakah kau tak ingat, masih ada anak cucu kita yang mengharapkan udara segar
Mengharapkan kesejukan alam, Mengharapkan keindahan dunia, Mengharapkan hijaunya daun,
Mengharapkan indahnya pepohonan.

Tidakkah kau sadar, ada banyak harta yang kau rebut.

Wahai perusak alam,
Ingatlah pada hukum alam
Kita butuh alam yang indah
kita butuh alam yang sejuk
Kita hidup dalam alam, dan kita bergantung pada alam.

Jagalah alam seperti kau jaga rumahmu sendiri, karena alam kita adalah alam anak cucu kita.

Puisi yang dilantunkan Taslim di hadapan pelaku usaha pertambangan, Industri dan Perkebunan dan sejumlah pejabat terkait bak tamparan bagi mereka.

Memang tak dapat dipungkiri bahwa fenomena dan kondisi alam Morowali saat ini sangat memprihatinkan. Banjir Bandang, pencemaran sungai, laut serta udara tidak terlepas dari ulah pelaku usaha yang memberikan dampak bagi lingkungan, bahkan dampak bagi manusia dan mahluk lainnya serta alam itu sendiri pun turut merasakan.

Baca Juga  Langgar Qanun RT-RW, Ruko di Samping Kherkof Dibongkar Satpol PP

Tak hanya itu, ekosistem mahluk hidup yang ada di alam liar, di laut dan di sungai juga terancam punah akibat habitatnya terus digerus dan dicemari oleh pelaku usaha yang seolah tak peduli dengan kerusakan lingkungan dan norma-norma alam serta instrumen konstitusi.

Pejabat dari instansi terkait yang diberi kewenangan untuk mengawasi aktivitas pengelolaan lingkungan dari aktivitas pelaku usaha yang tak terlepas dari dampak lingkungan. Seolah tak peduli dan terkesan menutup mata demi menopang usaha para investor.

Di sisi lain, tak lagi memperdulikan kaidah dan norma konstitusi atas keselamatan lingkungan. Seolah tidak sadar kewenangan ada di pundak mereka untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Puisi Bupati Morowali mengandung teguran keras bagi investor untuk menyadari akibat dampak lingkungan yang disumbangkan pelaku usaha di bidang pertambangan, industri dan perkebunan. Pejabat yang berwenang agar betul-betul melakukan pengawasan atas pengelolaan lingkungan.

Semoga dengan puisi tersebut, semua pelaku usaha dan pejabat terkait dapat menyadari bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi kelangsungan kehidupan generasi selanjutnya dan mahluk lainnya. Karena alam adalah hajat semua mahkluk.

Peliput: Abd Rahman Tanra.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top