Tanggamus

Diduga Ketua Kelompok Tani Sido Rahayu Simpangkan Bantuan dari Pemerintah

Terbit Tanggal 24 Oktober 2018 oleh iGlobalNews


TANGGAMUS, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kelompok Tani Sido Rahayu Pekon Kalirejo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung salah satu kelompok tani yang mendapat bantuan Program Pengembangan Produksi Padi Berbasis Koorporasi di tahun 2018.

Didapat informasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Program tersebut langsung dari Kementrian Pertanian yang bekerjasama dengan pihak perusahaan, setiap Kelompok Tani yang mendapat bantuan dalam program tersebut sejumlah Rp 2.375.500 per hektar untuk komponen bibit padi, pupuk bersubsidi, pupuk organik dan pestisida biologi.

Sementara Kelompok Tani Sido Rahayu yang di ketuai Suseto beranggota 20 orang dengan garapan sawah seluas 15 Hektar, kisaran bantuan yang di terima kelompok tani tersebut senilai Rp 35.632.500.

Dari bantuan program tersebut diduga ada penyimpangan pasalnya menurut keterangan Suyitno selaku bendahara mengatakan untuk jenis pupuk organik cair dengan merek dagang Fortune pada kelompok tersebut hanya mendapat 3
dus, dalam 1 dus ada 15 liter, sedangkan berdasarkan komponen bantuan untuk kegiatan Pengembangan Produksi padi Berbasis Koorporasi per hektarnya, pupuk organik cair merek dagang Fortune volume 4 liter, tapi pada
pelaksanaannya jika di kalkulasikan dalam 15 hektar sawah hanya mendapat 3 liter per Hektar Pupuk Organik merek Fortune.

“Kelompok kami beranggotakan 20 orang dengan garapan sawah 15 hektar, untuk pupuk organik cair kelompok kami hanya mendapat 3 dus dalam 1 dus ada 15 liter,” Ujarnya Sabtu (20/10/2018)

Terpisah, Orang tua salah satu anggota kelompk tani Sido Rahayu mengungkapkan, anggota kelompok tani Sido Rahayu saat pengambilan bantuan bibit padi jenis inpari33 harus membayar sejumlah Rp 10.000 per kampil.

“Kalo saya gak ikut kelompok tani,tapi anak saya yang ikut kelompoknya Suseto, anak saya dapat bantuan bibit padi inpari33, punya anak saya dapat 2 kampil, per kampilnya berisi 5 kg, tapi nebus Rp 10.000 per kampilnya,” Ungkapnya warga Kalirejo yang enggan di sebutkan namanya.

Baca Juga  Bersama Forkopimda, Kapolres Tanggamus Sambut Pangdam II/ Sriwijaya di Kodim 0424

Diwaktu berbeda, salah satu anggota kelompok tani Sido Rahayu enggan untuk di mintai informasi terkait Bantuan Pengembangan Produksi Padi Berbasis Koorpirasi.

“Tanya aja langsung dengan pengurusnya mas, ketuanya pak Seto, saya takut kesalahan” Pungkasnya.

Saat di konfirmasi, ketua kelompok tani Sido Rahayu, Suseto terkesan berbelit-belit.

“Saya lupa, kalo gak salah semua bibit 380 kg, pupuk bersubsidi jenis NPK Phobska 1,5 ton, pupuk organik cair 4 dus, pesanggem 5 ton, decoprima saya bagi 4 bungkus per hektar, BT Plus 4 bungkus per hektar, Metarizep 4 bungkus per hektar dan Oryza Plus 4 bungkus perhektar,” Ungkap Suseto. Selasa (23/10/2018).

Saat di singgung terkait penebusan bibit padi bantuan senilai Rp 10.000 per 5 kg, Suseto berkilah bibit bukan di tebus tapi anggota mengumpulkan uang untuk kelompok dan anggota masih menggunakan dana pribadi untuk membeli pupuk.

“Pengambilan bibit bukan menebus, tapi anggota mengumpulkan dana untuk kelompok, kalo pupuk, masih beli pake uang pribadi masing-masing anggota karena pupuk yang dari bantuan belum ada di kios pupuknya,” Imbuhnya.

Terkait pupuk, Mutizah istri Tugiman selaku pemilik kios pupuk tempat Suseto membeli pupuk bersubsidi di Pekon Banjar Negoro Kecamatan Wonosobo. “Kelompok tani pak Suseto dapat bantuan, memang beli pupuk NPK Phonskanya disini, pupuknya ada tu di dalam, tapi Susetonya yang belum ngambil di sini,” Ungkap Mutizah.

Dengan adanya pemberitaan ini diharapkan pada instansi terkait untuk menindak tegas Oknum Ketua kelompok tani yang diduga dengan sengaja menyimpangkan bantuan dari pemerintah demi keuntungan pribadi.

Penulis : Ag/Kh/Gn/Id.
Editor : Aj.

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top