Berita Utama

Emi Sumitra: Izin Pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya Cacat Hukum

Cacat Hukum

BANYUASIN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) rencananya akan melakukan aksi damai terkait penolakan perizinan pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya di Desa Talang Buluh, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Rencananya, aksi yang akan dilaksanakan pada pukul 10.00 pagi ini, akan digelar di tiga titik vital, yakni; Kantor DPRD, Rumah Dinas Bupati dan terakhir di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuasin, Senin (10/9/2018).

Izin atas aksi tersebut sudah berkoordinasi dan melayangkan surat kepada Kapolres Banyuasin.

Anggota Komisi 1 DPRD Banyuasin Emi Sumitra, saat dikonfirmasi terkait aksi tersebut mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap kepedulian Mahasiswa Banyuasin yang melakukan aksi penolakan izin dan pembangunan itu.

Menurut Emi Sumitra, aksi damai penolakan perizinan terhadap berdirinya Pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya di Desa Talang Buluh tersebut ditengarai cacat hukum dan sangat disayangkan jika pembangunannya harus merobohkan tempat ibadah.

“Apalagi proses perizinan pembangunan tersebut, cacat hukum yang mana wilayah Talang Buluh termasuk wilayah Kota Palembang, dan tidak ada alasan untuk merobohkan dua tempat ibadah umat muslim tersebut baik secara akidah fiqih islam maupun secara hukum formal”, ucapnya saat dibincangi wartawan Minggu (9/9/2018) tadi malam.

“Secara pribadi saya menolak atas pembangunan tersebut, karena tidak ada azas manfaat bagi Kabupaten Banyuasin, apalagi sampai mengorbankan tempat ibadah umat muslim” ungkapnya.

Emi menambahkan, didirikannya pembangunan Pusdiklat Maitreya itu diakui oleh FKUB (Forum Kerukuan Umat Beragama) dan Kemenag Banyuasin belum ada koordinasi apalagi memberikan rekomendasi, artinya itu ilegal.

“Diakui Pemerintah Banyuasin bahwa Desa Talang Buluh sebagai wilayah Kota Palembang, maka saya pribadi maupun kelembagaan sangat setuju jika persoalan ini diusut tuntas,” tutup Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuasin.

Penulis: Rohmadi.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top