Aceh

Pesawat untuk UAS dan Latahnya Masyarakat Aceh

Pesawat untuk UAS

ACEH, IGLOBALNEWS.CO.ID – Keinginan publik memang sangat luar biasa kekuatannya. Ketika keinginan publik tidak terpenuhi maka reaksi yang timbul pun selalu mengalahkan akal sehat.

Sudah banyak kasus ataupun peristiwa yang berubah dan diubah demi memuaskan nafsu publik. Kali ini terjadi di Aceh, provinsi berotonomi khusus dan berundang-undang khusus yaitu Undang-Undang Pemerintah Aceh.

Awalnya, Ustadz Abdul Somad dijadwalkan mengisi ceramah di Sibreh, Aceh Besar namun beliau tidak dapat berhadir tepat waktu dikarenakan masih berada di Bandara Kualanamu dan pesawat yang ditumpanginya mengalami delay (penundaan) penerbangan.

Alhasil muncul ide untuk membeli pesawat untuk Ustadz Abdul Somad maupun dai lainnya yang hendak mengisi ceramah ke Aceh.

Kejadian di atas memang di satu sisi kelihatan baik. Sekilas, mengumpulkan dana untuk mempermudah mobilitas penceramah menuju ke Aceh adalah sebuah kesalehan. Agenda ini juga bisa dijadikan tempat promosi bagi calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif yang akan berlomba ke parlemen dalam waktu dekat ini.

Calon kepala daerah maupun anggota legislatif tersebut dengan mudahnya membubuhkan nominal dan otomatis elektabilitasnya pun meroket tanpa harus berkampanye hingga mulut berbusa. Tentu saja pandangan masyarakat terhadap calon calon akan berubah. Masyarakat akan memandang si calon sebagai orang yang peduli agama.

Pada kesempatan ini, penulis mengajak pembaca untuk berpikir di luar kotak. Belum saatnya kita mengumpulkan dana untuk pesawat jet pribadi ketika masih ada kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim piatu yang masih hidup dalam kemiskinan. Padahal Rasulullah, Muhammad Saw telah mengajarkan kita untuk membantu kaum tertindas melawan penindasnya. Mari lawan penindasan atas kemanusiaan.

Penulis: Irhas F. Jailani.
Mahasiswa Unsyiah, Pemerhati Sosial.

print

Berita Populer

To Top