Nias

Mari Lawan Intoleran

Mari Lawan Intoleran

NIAS, IGLOBALNEWS.CO.ID – Saat ini bangsa kita kini sedang menghadapi tantangan yang cukup serius yaitu menguatnya intoleransi dan radikalisme keagamaan.

Berbagai peristiwa dan gerakan intoleran ini mencerminkan lunturnya nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan masyarakat.

Seyogianya semboyan Bhineka Tunggal Ika, Indonesia sebagai negara kesatuan menjadi sebuah negara yang mengusung perbedaan sebagai kekuatan nasional. Kekuatan persatuan tersebut diimplementasikan dengan semangat gotong royong yang merupakan panji-panji pembangunan bangsa dan negara.

Perlu kita ketahui bahwa sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memegang teguh filosofi “Bhineka Tunggal Ika” memiliki makna berbeda-beda tetapi tetap satu. Dengan filosofi ini sudah semestinya tidak ada yang alergi dengan adanya perbedaan, kita seharusnya memaknai perbedaan itu merupakan kekayaan yang kita miliki.

Sikap intoleran ini mencakup gerakan penyebaran ujaran kebencian (hate speech) terhadap golongan yang berbeda paham dengan mereka, membangun opini berdasarkan fitnah, menganggap diri/kelompok paling benar dan lain sebagainya.

Melawan aksi intoleran tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama anak negeri yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama kaum pemuda. Sebab menjaga dan melindungi keanekaragaman sebagai aset yang kita miliki ini tidak hanya tugas negara namun seluruh masyarakat Indonesia yang hidup dalam kemajemukan.

Beberapa faktor-faktor penyebab terjadinya intoleran menurut versi penulis antara lain: Perbedaan dalam mendalami ajaran agama, adanya ketidakadilan ekonomi secara merata, adanya main paksa terhadap kaum minoritas, adanya perbedaan adat istiadat yang bisa menimbulkan konflik yang dilatarbelakangi fanatisme kesukuan, ketidakstabilan politik nasional dan proses penegakan hukum itu sendiri.

Mengikis sikap intoleran tersebut bisa lakukan melalui gerakan bersama melawan intoleran dengan mengacu pada Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Berbagai cara melawan aksi intoleran ini antara lain:
– Memupuk semangat hidup gotong royong sebagai budaya bangsa
– Meningkatkan jiwa nasionalisme terhadap warga negara
– Saling menghargai atas perbedaan satu sama lain
– Perlu peningkatkan pengetahuan tentang antropologi dalam dunia pendidikan sehingga agar sedini mungkin dapat memahami bahwa perbedaan etnis, suku dan ras Indonesia bukanlah suatu yang baru.
– Kepastian hukum artinya adanya keberanian pemerintah untuk menindak tegas tanpa diskriminasi dalam melakukan penegakan hukum.

Baca Juga  GBD Kabupaten Terima SK Pengangkatan

Kita perlu sadari bahwa kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara sangat bergantung pada sikap toleransi masyarakatnya.

Oleh: Yobedi Laowo, SE.
(Ketua Bidang Diklatsus SDM GNKP Kota Gunungsitoli)

print

Berita Populer

To Top