Lampung Timur

Nasib Perajin Bubu Desa Kali Pasir, Butuh Uluran Modal dari Pemerintah Daerah

Perajin bubu

LAMPUNG TIMUR, IGLOBALNEWS.CO.ID –  Bubu atau dikenal dengan selideng adalah tempat untuk penangkapan ikan seluang dan beberapa ikan lainnya banyak dibuat dari bambu.

Banyak perajin bubu mengeluhkan harga jual yang tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

Ketika media mewawancarai salah satu perajin bubu di kediamannya. Salah satunya adalah Suratmi, seorang warga Desa Kali Pasir Dusun RT 03/RW 06 Kabupaten Lampung Timur. Suratmi adalah wanita paruh baya yang sehari-harinya bekerja sebagai perajin bubu, Sabtu (24/3/2018) pukul 11.00 WIB.

Banyak masyarakat Desa Kalipasir Kecamatan Waybungur Kabupaten Lampung Timur yang membuat kerajinan bubu untuk dijual kembali.

Setiap dalam pembuatan satu buah bubu memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Karena proses pembuatannya rumit dengan bermodalkan bahan bambu dan tali.

Dalam membuat satu bubu tersebut ternyata membutuhkan modal yang tidak sedikit, yaitu sebesar Rp 80 ribu.

Ketika pihak media menanyakan kepada Suratmi, apakah selama ini mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan? Menurut penuturan Suratmi, selama ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah.

Harapan dari masyarakat nelayan Desa Kali Pasir adalah membutuhkan bantuan kebijakan dari pemerintah daerah supaya dibantu untuk permodalan nelayan Desa Kali Pasir. Karena dalam membuat kerajinan bubu tersebut membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Karena seringkali banyak anggota dewan yang datang ke perajin ingin membantu, tetapi hasilnya nihil dan tak pernah terealisasi. Untuk itu, harapan masyarakat Desa Kali Pasir agar pemerintah daerah mau membantu usaha mereka dalam permodalan usaha perajin bubu atau selideng ini.

“Kami sering didatangi beberapa angota dewan yang mengatakan ingin membantu kami tapi kenyataannya nihil,” kata Suratmi.

“Kami masyarakat kecil dan tidak tahu apa-apa. Hanya dimintakan fotokopi KTP dan KK, udah berapa banyak pemerintah meminta itu. Dalihnya untuk mendapatkan bantuan,” katanya sedih.

Baca Juga  PWI Lampung Timur Dituduh Menerima Dana 3 Juta dari Seorang Kades

“Apakah masih ada pemerintah yang tersentuh hatinya untuk memperjuangkan masyarakat kecil seperti saya? Kami mengadu sama siapa? Dan selama ini kami belum pernah mendapat bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan,” katanya.

“Kami hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban saja,” ujar Suratmi dengan nada sedih.

Peliput: Pendi Setiawan.

print

Berita Populer

To Top