Sumatera Utara

GARANSI Desak Kejatisu Periksa Kasatpol PP Pematangsiantar

GARANSI Desak Kejatisu Periksa Kasatpol PP Pematangsiantar

Medan – iGlobalNews | Puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI) berorasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, Selasa (19/12/2017) di Jalan AH Nasution.

Dalam menyampaikan aspirasinya, Ketua Umum GARANSI Henri Sitorus mengatakan, pelaku tindak pidana korupsi di Sumatera Utara, khusus di Kota Pematangsiantar sudah meluas dan dikategorikan sudah sangat memprihatinkan.

“Kita berharap dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi Kejati Sumut melakukannya secara optimal, intensif, efektif, profesional serta berkesinambungan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan audit Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Utara Nomor : 49.C/LHP/XVIII.MDN/05/2017 tertanggal 18 Mei 2017 Negara telah dirugikan ratusan juta rupiah.

“Atas laporan keuangan Pemerintah Kota Pematangsiantar tahun anggaran 2016 terdapat pemahalan harga (mark up – red) belanja pengganti suku cadang dan pelumas pada Dinas Kebersihan sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp 259.824.986″ ungkap Henri Sitorus.

“Atas dugaan korupsi ini, kita berharap agar pihak-pihak penegak hukum mampu melanjutkan aspirasi kami, sehingga terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Dalam tuntutannya, Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut agar memanggil dan memeriksa mantan Kadis Kebersihan Kota Pematangsiantar, Drs Robert Samosir yang sekarang menjabat Kepala Satpol-PP Kota Pematangsiantar.

Unjuk Rasa Massa GARANSI

Unjuk Rasa Massa GARANSI

“Robert Samosir diduga melakukan korupsi pada proyek perawatan kendaraan bermotor yang diprioritaskan untuk kendaraan operasional pengangkutan sampah perkotaan dan pengelolaan sampah di TPA tahun anggaran 2016 sehingga merugikan negara ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Henri melanjutkan, “Selain itu, kami juga mendesak Walikota Pematangsiantar agar segera mengevaluasi dan mencopot Kasatpol PP itu, yang diduga kuat sebagai ‘aktor intelektual’ kasus dugaan korupsi semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan Kota Pematangsiantar tahun anggaran 2016.”

Baca Juga  Kakankemenag Labuhanbatu Pimpin Calhaj Sebagai Ketua Kloter 5

Menanggapi massa yang berunjuk rasa, Staf Penkum Kejatisu Yos Gernold Tarigan mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih atas dugaan korupsi yang disampaikan oleh GARANSI.

“Kami akan mempelajari data yang disampaikan dan akan melakukan tindakan hukum apabila terpenuhi unsur korupsinya,” ujar Yos mengakhiri.

Editor: Lubis

print
To Top