Tangerang

Warga Dadap Ceng-in Menolak akan dialokasikan ke Rusunawa

Kelurahan Dadap

Tangerang – iGlobalNews, Warga kampung baru Dadap, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang terkena dampak reklamasi yang nantinya akan dijadikan tempat penghijauan dan penataan serta akan dibangun Gedung Islamic Center oleh Pemda Kabupaten Tangerang.Menolak dialokasikan kerusunawa.

Menurut dari berbagai sumber yang didapat,iGlobalNews.com dilapangan,pembangunan Rumah Susun Warga (rusunawa) akan dimulai pekerjaan pembangunannya pada bulan Oktober mendatang.

Menurut suja’i tokoh masyarakat setempat, warga belum mengetahui akan adanya pembangunan rusunawa tersebut.dan warga tidak menampik akan adanya pembangunan dan penataan itu Hanya saja warga ingin lebih dilibatkan dalam setiap penataan wilayahnya.

” warga tidak ada niat untuk pencegahan apalagi menghalang-halangi pembangunan atau penataan di wilayah Dadap yang sudah dicanangkan oleh pemda tangerang, tetapi Selama inikan warga merasa tidak dilibatkan dalam hal penataan wilayah. Seharusnya warga diajak bicara atau masukan terkait penataan itu,” katanya kepada awak media

Dikatakan, setiap program pemkab Tangerang yang akan menata kawasan kumuh khususnya diwilayah Kp.Baru Dadap pasti didukung masyarakat. diantaranya pembongkaran rumah-rumah yang sebelumnya dijadikan lokasi prostitusi beberapa waktu lalu.

warga malah membantu program pemerintah dengan membongkar rumah-rumah yang sebelumnya dijadikan tempat perostitusi. Selain itu tentu warga akan terus mendukung semua program yang sudah dicanangkan oleh Pemda Kab.Tangerang untuk penataan wilayah.

“pada pembongkaran waktu itu, kita bantu bongkar kok,dan Kita dukung pemberantasan wilayah dari lokasi yang menyediakan prostitusi,” tandasnya.

Saat ditanya soal pembangunan Rusunawa menurut Sujai, rencana itu selama ini datangngnya dari Pemkab Tangerang.

Kalaupun Rusunawa tersebut diperuntukan bagi warga yang terkena dampak, nampaknya warga akan tetap menolak. Karena menurutnya rumah yang selama ini ditempati warga sudah puluhan tahun. Meski diakui lahan yang ditempati sebagai rumah warga tersebut status tanahnya belum jelas.

Baca Juga  Kuasa Hukum SM : Korban Seksual yang Dilakukan Oleh Ayah Tiri

“Kalau warga diisini disuruh pindah ke rusunawa sepertinya tidak mau. Tapi kalau memang untuk masyarakat dari wilayah lain, kita tidak bisa menghalangi. itu juga harus tetap melibatkan warga sini dalam hal teknisnya,” kata Sujai.

disamping itu menurut Ketua Kelompok Nelayan Dadap Izul menambahkan, sebenarnya warga masih berpegang pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ombudsman.

“Rekomendasi dari Ombudsman itu ada sembilan poin yang harus dilaksanakan,poin satu dan enam sama-sama harus dilaksanakan antara warga dan pemkab tangerang, dan salah satu diantaranya pemerintah harus merangkul masyarakat bila hendak membuat status hukum lahan yang ditinggali.namun Pada pelaksananya tidak demikian. Warga susah mendapatkan rekomendasi dari kelurahan untuk mengurus surat tanah ke BPN. Dan itu seharusnya BPN turun tangan,” tandasnya(tim pantura)

print

Berita Populer

To Top