Tangerang

Pemberian Obat Kadaluarsa Ke Anak Balita Oleh Seorang Dokter Di Balaraja

obat kadaluarsa

Terbit Tanggal 12 Agustus 2017 oleh iGlobalNews

TANGERANG – iGlobalNews, Pemberian obat kadaluarsa oleh seorang seorang dokter wanita yang berinisial “M” terhadap anak yang berumur 1tahun 3 bulan terjadi di balaraja

Berawal (01/08) Orang tua korban mengantarkan anaknya yang bernama Alfad ke dokter “M” karena terkena Diare, lalu dokter yang membuka prakteknya jam 19.00 WIB ini memberikan obat seperti biasanya.

Sesampainya dirumah Orang tua korban memberikan obat yang berupa cairan “Pedialyte” di minumkan dan hampir setengahnya diminumkan ke anaknya, tapi yang terjadi anaknya malah muntah muntah, lalu di lihat di kemasan obat tersebut masa berlaku obat tersebut ternyata sudah habis masa berlakunya “12 Februari 2017”.

Orang tua korban mendatangi dokter yang berpraktek di dalam tempat penyimpanan motor di dekat tol masuk balaraja ini, dan akhirnya dokter tersebut memberikan uang sebesar 40ribu rupiah seharga obat yang kadaluarsa tersebut, tanpa menyuruh anak nya untuk dibawa kembali karena efek mengkonsumsi obat kadaluarsa.

iGlobalNews mendatangi dokter “M” (11/08) saat dikonfirmasi dokter wanita ini menolak dan mengatakan tidak ada urusan dan menolak untuk di konfirmasi.

Orang tua korban menyayangkan dokter tersebut padahal menurut nya jika dokter tersebut meminta anaknya untuk di bawa kembali pada saat saya mengembalikan obat kadaluarsa pada malam itu mungkin saya tidak akan mempermasalahkan ini.

“Malah baru malam ini ketika didatangi kembali(11/08) dia mengatakan silahkan bawa anaknya jika masih sakit, padahal anak saya sudah berobat di dokter lain dan sekarang masa penyembuhan.

Menurut Kuncoro dari LSM Goverment Monitoring seharus dokter tersebut  bertanggung jawab penuh dan tidak hanya cukup meminta maaf karena ini berhubungan dengan nyawa manusia, apalagi seolah tidak bersalah dan menganggap seperti menyepelekan permasalahan ini.

Padahal di undang undang sudah jelas tentang pemberian obat kadaluarsa, dan tertuang Dalam undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK).

Persediaan obat kadaluarsa sudah melanggar Pasal 8 ayat (1) butir a UUPK Yaitu, memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan ancaman hukuman 5 tahun denda maksimal hingga Rp2 miliar. Sebagaimana tertuang di UUPK Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 60 ayat (2).

Sampai berita ini diturunkan belum ada permintaan resmi atau dokter tersebut mendatangi rumah korban untuk meminta maaf terhadap pemberian obat tersebut(Team)

print
Dirgahayu Kota Tangerang

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top