Jakarta

153 WNA Kasus Online Fraud, Mengaku Sebagai Polisi Atau Jaksa, dan Juga Orang Bank

online fraud

Jakarta – iGlobalNews, dari Total sebanyak 153 orang Warga Negara Asing asal China, Taiwan, Thailand, dan Indonesia yang terlibat sindikat internasional online fraud (kejahatan siber), dibekuk oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri bekerjasama dengan Kepolisian China di 3 (tiga) kota besar Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, dan juga Bali.

Alhasil, dari penangkapan yang dilakukan dalam penggerebekan serentak di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Petugas Kepolisian mengamankan para pelaku sebanyak 29 orang di Jakarta, 92 orang di Surabaya, dan sebanyak 32 orang di Bali.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat Press Releasenya mengatakan, dalam menjalankan aksinya sindikat ini mencari korban pejabat dan pengusaha yang terbentur masalah hukum di China. Mereka mengaku sebagai polisi, jaksa atau petugas bank yang melakukan penyelidikan perkara pidana korban.

“Setelah para korban ketakutan, maka para sindikat ini meminta sejumlah uang agar dikirimkan kepada mereka dengan tujuan akan menghentikan kasus pidana yang seolah-olah sedang mereka lakukan, ”kata Kombes Pol Argo, saat jumpa pers, Senin (31/7/2017), di Gedung Main Hall, Polda Metro Jaya, Jakarta.

Diketahui, sindikat ini berasal dari China, Taiwan, dan Thailand, dengan korban adalah warga negara China, serta melakukan aksi penipuan di wilayah Indonesia. Mereka mendapatkan data korban secara ilegal dan telah beroperasi sejak satu tahun silam.

“Jumlah kerugian yang diperoleh sindikat ini diperkirakan mencapai Rp6 triliun dalam setahun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya. (Seperti dilansir PoldaMetroJaya dot com)

Sedangkan, Menurut Kombes Pol Argo, lokasi jaringan untuk melakukan modus penipuan, tidak hanya di Indonesia, melainkan di beberapa negara Asean, seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sementara korbannya sendiri adalah warga China.

Baca Juga  Buronan Ke–124, Hasil Program Tabur 31.1 Tahun 2019, Diamankan

“Jadi untuk kasus seperti ini, di Tiongkok sana, kasus ini menonjol. makanya dari kepolisi Tiongkok punya atensi yang tinggi untuk memberikan info kepada Polri,” ucap Kombes Pol Argo menjelaskan.

Para pelaku masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan sehingga sulit di identifikasi oleh pihak imigrasi, dan untuk masalah hukum selanjutnya polisi akan menyerahkan kepada kepolisian Tiongkok dan akan terus dilakukan joint investigation untuk mengungkap dalang dibalik jaringan yang terorganisir ini.

“Ternyata paspor kit belum menemukan, kita hanya temukan KTP asal China, serta kita akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk melakukan proses hukum selanjutnya hingga proses deportasi,” tandas Kombes Pol Argo saat mengelar rilis.(dds)

print

Berita Populer

To Top