Tangerang

80 WNI PESERTA AMNESTI ARAB SAUDI TIBA DI BANDARA SOETTA

program Amnesti

Terbit Tanggal 11 Juni 2017 oleh iGlobalNews

Tangerang – iGlobalnews, Arab Saudi telah meluncurkan kampanye. ‘Nation Without Violation’ atau Wathon Bile Mukholif dengan memberlakukan program Amnesti 2017 selama 90 hari sejak 29 Maret 2017 bagi para WNA pelanggar peraturan Keimigrasian.

Kependudukan Ketenagakerjaan untuk kembali ke-Negaranya dengan biaya mandiri tanpa dikenakan denda dan tidak dimasukkan dalam daftar cekal sehingga dapat kembali ke Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi
menargetkan 1 juta WNA pelanggar untuk kembali ke negaranya tahun ini.

Kementerian Luar Negeri mencatat sebanyak 610.518 WNI tinggal di Arab Saudi, Hingga tanggal 8 Juni 2017, Perwakilan RI di Arab Saudi mencatat sebanyak 11.226 WNI peserta amnesti dengan rincian 2.149 orang laki-laki
dewasa, 7.509 orang perempuan dewasa dan 1.568 anak-anak yang terdiri dari 809 anak Iaki-Iaki dan 759 anak perempuan. Dari jumlah tersebut, 5.724 WNI sedang menunggu jadwal kepulangannya ke Indonesia.

Pada Jum’at, 9 Juni 2017 KBRI Riyadh telah memfasilitasi pemulangan 80 WNI peserta Program Amnesti dengan seorang anak dalam rombongan yang telah tiba di Bandara Soetta Sabtu, (10/6/ 2017) pukul 14:00 Wib menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines bernomor SV 822.

Perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah telah memfasilitasi para WNI peserta amnesti mulai dari pendaftaran peserta, penerbitan dokumen perjalanan (Surat Perjalanan Laksana Paspor), hingga pendampingan pembuatan izin bagi
para WNI yang akan meninggalkan Arab Saudi.

Upaya Perwakilan RI tersebut tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi dengan unsur masyarakat Indonesia di Arab Saudi seperti lembaga swadaya masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia di Arab Saudi.

Sementara, Pemerintah RI melalui koordinasi antar Kementerian atau Lembaga telah melakukan berbagai upaya agar para WNI dapat memanfaatkan Program tersebut dengan optimal, baik melalui sosialisasi intensif dan menyentuh akar rumput, penugasan Tim Perbantuan Teknis untuk mendukung pelaksanaan pelayanan yang dilakukan Perwakilan RI di Arab Saudi seperti di bidang pendataan, penerbitan dokumen perjalanan dan surat keterangan bagi anak WNI peserta Amnesti hingga penanganan pasca kedatangan para WNI di Indonesia.

Program Amnesti Arab Saudi Tahun 2017 akan berakhir pada 24 Juni 2017, Setelah program tersebut berakhir, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan memberlakukan law enforcement berupa penangkapan atau razia WNA yang masih melanggar peraturan keimigrasian, ketenagekerjaan, kependudukan, serta penerapan sanksi denda keimigrasian, sampai pada penahanan di kantor-kantor detensi imigrasi hingga deportasi ke negara asalnya.

Maka dari itu, Pemerintah RI mengharapkan, agar kiranya para WNI Overstayers atau Undooumented untuk memanfatkan sisa waktu program amnesti seoptimal mungkin terlebih bagi masyarakat Indonesia yang memiiiki sanak saudara para WNI Overstayers yang masih tinggal di Arab Saudi. (Yudi/Usdo)

print

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Facebook

To Top