Leaderboard
Hukum dan Kriminal

Tiga Pedagang Obat Daftar G Harusnya Dijerat UU Kesehatan

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID
Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Tangerang di bawah Komando Kaunang, sebagai penegak hukum dan undang undang menyeret pedagang obat daftar G dan tukang jamu yang menjual miras ke persidangan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (9/4/2019).

Hakim tunggal Hary sebelum menjatuhkan putusan ke terdakwa Supriyadi, pedagang jamu menanyakan terdakwa sudah berapa lama jualan jamu?

Ia menjawab sudah 4 tahun berjualan jamu, sekaligus menjual miras, seperti anggur dan bir hanya sebagai campuran jamu.

Ketika ditanya hasil jualan jamu per hari, menurut Supriadi hanya Rp200 ribu.

Supriyadi juga mengaku sebelumnya ia pernah tertangkap dan didenda sebesar Rp1 juta. Saat ini, Supriyadi tertangkap untuk yang kedua kalinya.

“Kamu tidak kapok ya? kamu didenda Rp2 juta, kalau tidak dibayar diganti kurungan badan 6 hari,” Ujar Hakim.

Hakim tunggal Hary mengancam akan memberikan hukuman dan menjebloskan ke penjara pedagang yang membandel.

“Kalau tertangkap lagi, biar ada efek jera,” Kata Hakim.

Menurut Kaunang, terdakwa sudah 5 tahun jualan jamu di Neglasari dan sudah sering ditertibkan. Tetapi, menurut Kaunang, Supriyadi orang bandel dan tidak pernah kapok.

Sedangkan 3 terdakwa pedagang obat daftar G, Asmuni, Sabar dan Irpan, masing-masing didenda sebesar Rp500 ribu.

Terdakwa tidak mengerti tentang kesalahannya. Menurut Sabar, pendapatan hasil jualan hanya sedikit.

Daftar obat yang disita oleh trantib terdiri dari; Teosal, Citirizene HCI, spasminal, Alofar300, Dexteem, gratozon, Ketoconazole, Simvastatin, Polofar plus, Nexon Omestan 500. Tramadol HCI.

Seperti Tramadol HCI, obat keras yang seharusnya dijerat undang-undang kesehatan.

“Hasmuni, Sabar dan Irpan, ketiga terdakwa pedagang obat G ini bukan orang yang berkompetensi menjual obat ini. Karena daftar obat tersebut harus ada resep dokter karena bisa menghilangkan kesadaran penggunanya,” Ujar saksi dari Dinas Kesehatan di Persidangan.

Baca Juga  Identitas Mayat Mengambang di Kali Cisadane Terungkap

Seharusnya, para terdakwa dijerat u
Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda 500 juta rupiah.

“Tetapi, para pelaku pedagang obat keras ini hanya dijerat Tindak pidana Ringan (Tipiring),” Kata salah seorang pengacara yang kebetulan mengikuti persidangan.

Penulis: JP. Dasuha.
Editor: Dny.

print

Iklan Kasat Lantas Polres Metro Kota Tangerang Iklan HUT Kota Tangerang ke-26 SMAN 8

Berita Populer

To Top