Leaderboard Iklan Ucapan Puasa Pemkab Muba
Jakarta

Kongres Pers Indonesia, Usik DP?

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terbentuknya Dewan Pers Indonesia (DPI) melalui Kongres Pers Indonesia 2019, Rabu (6/3/2019) lalu, menyiratkan reaksi mulai terasanya ada ‘jenggot terbakar’ di kubu Dewan Pers (DP). Hal ini tersirat dari pernyataan ketua DP Yosep Adi Prasetyo yang mengklaim akan melayangkan somasi serta langkah-langkah hukum terhadap Dewan Pers Indonesia (DPI) yang dinilainya sebagai ‘tandingan’, dan mengangkangi Undang-Undang Pers serta dihuni oleh wartawan abal-abal.

Yosep Adi Prasetyo, pimpinan lembaga Dewan profesi pencerdasan ini juga menuturkan, ketua formatur DPI Heintje Mandagie adalah ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) yang bersama dengan PPWI mengadukan DP atas pelaksanaan ujian kompetensi wartawan (UKW) dan Verifikasi media yang diselenggarakan DP, dan ‘dikandaskan’ oleh majelis hakim PN Jakarta Pusat (13/2/2019).

Seperti dikutip, menurut Yosep Adi Prasetyo, beberapa organisasi wartawan yang terdapat didalam DPI, sebelumnya pernah mendaftarkan diri untuk bergabung dengan DP.

“Namun demikian, organisasi-organisasi tersebut tidak memenuhi persyaratan mendasar seperti, beranggotakan 500 anggota untuk satu organisasi pers atau 200 perusahaan untuk sebuah perusahaan pers. Mereka juga pernah menggelar unjuk rasa di Dewan Pers. Mereka adalah wartawan-wartawan abal-abal”, demikian tukas Yosep Adi Prasetyo.

Menanggapi hal tersebut, ketua formatur DPI Heintje Mandagie dalam pernyataan tertulisnya menilai, pernyataan ketua DP Yosep Adi Prasetyo adalah bentuk penghargaan atas gerakan sekretariat bersama (Sekber) Pers Indonesia. Heintje menilai, DP sudah membuka kotak ‘pandora’ dan pihaknya tinggal menunggu permasalahan pers ini diketahui presiden dan elit-elit negara.

“Kita justeru menunggu DP mengambil langkah hukum. Tidak perlu reaksi keras. Kita rapatkan barisan dan kita jawab dengan implementasi konsep yang sudah diputuskan didalam kongres” tegas Heintje seraya memaparkan langkah Sekber selanjutnya yang segera mengadakan rapat dan memicu anggota DPI yang terpilih untuk segera bekerja serta menentukan langkah.

Baca Juga  Industri Komitmen Serap Garam Petani 1,43 Juta Ton Tahun Ini

Beberapa pengamat pers mengemukakan, pernyataan dan konseptual kerja yang ditampakkan Yosep Adi Prasetyo sejak memimpin Dewan Pers, telah menimbulkan ‘luka’ yang menyakiti insan pers di Indonesia. Hal ini digambarkan dengan kian maraknya kriminalisasi dan diskriminasi terhadap insan pers akibat adanya UKW, verifikasi, surat edaran Dewan Pers ke seluruh instansi di Indonesia serta stigma ‘wartawan abal-abal’ yang kerap dilontarkan, menjadikan wartawan berada pada posisi dua kubu yang kohesif.

Terlebih di daerah-daerah maupun pelososk yang notabene ‘risih’ pada kehadiran wartawan, tak jarang ditemukan insan pers mengalami penolakan dan pelecehan, bahkan yang membuat instansi maupun narasumber memilah-milah untuk melayani pencari berita.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : AJ.

print

Iklan Ucapan Puasa Pemkab Muba Iklan Ucapan Puasa PT IMIP Iklan Ucapan Puasa Penasehat Hukum iglobalnews Iklan Ucapan Puasa Dinas Bina Marga Iklan Ucapan Puasa SMKN 1 Pemulutan Sumsel Iklan Ucapan Ramadhan Pemdes Karang Endah Selatan Iklan Ucapan Puasa Dinas Tata Ruang Iklan Ucapan Puasa Yayasan YPR Iklan Ucapan Puasa Desa Muara Pemuat Sarolangun

Berita Populer

To Top