Leaderboard
Jambi

Erick Abdullah Akui SK Gubernur yang Tentukan Nasib Kliennya

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait gonjang-ganjing nasib tujuh Calon Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun yang masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) berlanjut ke sidang mediasi Bawaslu Kabupaten Sarolangun.

Sidang mediasi penyelesaian sengketa proses Pemilu di Bawaslu Kabupaten Sarolangun diadakan pada Selasa (12/3/2019).

Pemohon Cek Marleni dan Aang Purnama didampingi oleh kuasa hukumnya, Erick Abdullah.

Sidang perdana mediasi dimulai dari pukul 11.30 dan berakhir pada pukul 13.45.

Dari pihak tergugat dihadiri langsung oleh Ketua Komisioner KPU, M. Pakhri dan empat anggota lainnya, yaitu Aliwardana, Ibrahim, Rupi Udin, dan Anif.

Kemudian, yang bertindak sebagai Dewan Hakim, Mudrika dan hakim anggota, Johan Iswadi.

Sidang mediasi seharusnya dipimpin oleh Ketua Bawaslu, namun yang bersangkutan sedang mengikuti Rakor di Jakarta, sehingga pimpinan sidang dipimpin oleh Mudrika.

Sidang mediasi dilakukan di Sekretariat Bawaslu dan digelar secara tertutup, dengan dijaga ketat oleh aparat Kepolisian Polres Sarolangun.

Usai sidang mediasi, saat diwawancara, Ketua Komisioner KPU, M. Pakhri mengatakan, “Sidang akan dilanjutkan besok dengan agenda sidang adjudikasi.”

Menurut Pakhri, mediasi yang dilakukan untuk mencari kesepakatan bersama.

“Namun, saat ini kami selaku Komisioner KPU tetap menjalankan regulasi yang ada, intinya kita tunggu sidang adjudikasi besok,” Ujarnya.

Kemudian saat ditanya soal waktu berapa lama waktunya, dijelaskan oleh Pakhri untuk sidang adjudikasi paling lama dua belas hari.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kuasa Hukum Cek Marleni dan Aang Purnama, Erick Abdullah, dijelaskannya, “Sidang mediasi tadi cukup alot, artinya iktikad para pihak kami selaku pemohon, dan termohon KPU seluruh komisionernya hadir. Di dalam hal tersebut hampir semuanya menyepakati sebuah kesepakatan.”

“Artinya, kami dari pemohon itu diharapkan dapat menunjukkan Surat Pemberhentian atau SK Pemberhentian dari gubernur. Namun, saat mediasi kali ini SK pemberhentian Cek Marleni dan Aang Purnama dari gubernur tersebut belum bisa kita serahkan ke pihak termohon sebagi persyaratan,” Ujar Erick.

Baca Juga  Masyarakat Kelurahan Sukasari Terima Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL

Lebih jauh dijelaskan, “Untuk SK Pemberhentian klien kami, sedang dalam proses, dalam waktu singkat kita akan serahkan ke KPU sebagai termohon.”

“Intinya kita akan menaati segala yang menjadi subtansi dalam acara sidang mediasi antara klien kami dan KPU Sarolangun sebagi termohon di Bawaslu Kabupaten Sarolangun,” Tambah Erick Abdullah.

“Untuk proses sidang selanjutnya, kita akan membawa SK Pemberhentian yang dikeluarkan oleh Gubernur Jambi, untuk menentukan klien kami agar menjadi calon tetap sebagi peserta Pemilu di tanggal 17 April nanti,” Ujar dia.

“Intinya dari mediasi yang berlangsung lebih dari dua jam tadi, SK Gubernur yang menentukan nasib klien kami,” Kata Erick Abdullah.

Penulis: Andra.
Editor: Dny.

print

Iklan HUT Kota Tangerang ke-26 SMAN 8 Iklan HUT Kabupaten Tanggamus ke-22 K3s Iklan HUT Kota Tangerang ke-26 PDAM Iklan Caleg Hanura Iklan Caleg DPRDTangerang Iklan Loker Dede

Berita Populer

To Top