Leaderboard
Berita Utama

Residivis Direktur PT. Anugrah Lautan Luas Kembali Duduk di Bangku Persakitan PN Tangerang

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dalam kasus pembelian alat berat senilai Rp 20 miliar, di PN Tangerang yang di ketua majelis hakim, Irvan Siregar, selasa (2/10/2018).

Dalam 3 Tahun terakhir terdakwa, Adhiharto Budi Kusumah, sudah 3 kali di seret ke Persidangan, Tahun 2016 kasus penggelapan BPJS karyawan, Tahun 2017 kasus penggelapan dalam jabatan dalam pembelian kapal. dan terakhir kasus pemalsuan.

Kasus penggelaoan dana BPJS karyawan Tahun 2016 jaksa, Agus Rahmani dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, dengan ketua majelis hakim, Herlili Mokoginta memvonis terdakwa bersalah.

Tahun 2017 Direktur PT. ALL kembali menjalani persidangan di PN Tangerang dalam kasus pembelian kapal, senilai Rp 17 miliar, terdakwa dituntut, jaksa Nur Samiazi 8 Tahun Penjara dalam kasus 372 dan 374 (masalah Jabatan) KUHP Jo Tindak pidana Pencucian Uang ( TPPU ).

Persidangan dalam kasus pembelian kapal, ketua majelis hakim, Elly Nuriasmien sempat menangguhkan penahanan terdakwa, tapi dalam putusanya (3/5/2018) terdakwa di vonis 4 Tahun penjara, tapi putusanya ngambang karena tidak ada perintah masuk dan di tahan.

Jaksa penuntut umum Malda dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, yang kembali menyeret terdakwa ke persidangan menghadirkan, saksi Linda staf audit internal untuk didengar keteranganya di persidangan.

Menurut Linda Tahun 2015 PT. ALL membeli 2 buah Eskapator (Traktor) secara tunai senilai Rp 20 miliar, tapi ada dugaan terdakwa memalsukan tanda tangan, Minfu Komesaris Utama di PT.ALL dan menjual 2 alat berat ke PT IMF senilai Rp 11 miliar dengan cara lising.

Lebih lanjut saksi menerangkan Tahun 2016 Minfu menerima tagihan dan peringatan dari PT IMF selaku lising, atas pembayaran cicilan 2 eskapator yang dibeli seharga Rp 20 miliar secara tunai.

Baca Juga  Semangat Anggota dan Pimpinan Mapolres TangSel dalam Penyembelihan Hewan Qurban

Perbuatan terdakwa, Adhiharto Budi Kusuma dalam surat dakwaan jaksa melanggar, kesatu pasal 263 ayat (1) dan kedua pasal 263 ayat (2) KUHP dan ke tiga pasal 266 ayat (1) dan ke empat pasal 266 ayat (2) KUHP.

Penulis : JP. Dasuha.
Editor : Aj

print

Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top