Leaderboard Leaderboard
Hukum dan Kriminal

Gadis Usia 13 Tahun Usai Buang Air Malah Dicabuli Tetangganya Sendiri

Pencabulan Dibawah Umur

NIAS SELATAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kekerasan pada anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Nisel Propinsi Sumut, seperti yang dialami sigadis cantik ini, sebut saja ‘Bunga’ yang telah menimpa dirinya dan terpaksa menerima kenyataan dalam hidupnya.

Kronologi terjadinya persetubuhan dan pencabulan ini berawal pada saat ‘Bunga’ buang air besar di kamar mandi umum Desa Silimabanua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, minggu (24/9/2018) sekitar pukul 11.00 Wib.

Seusai Bunga (nama yang samarkan) BAB dan mau keluar dari kamar mandi (TKP), tiba -tiba datang sipelaku yang bernisial S.Tel (nama yang di samarkan) masuk kamar mandi tempat sikorban BAB dan menahan sikorban dengan cara memegang tangan sambil mencekik leher, kemudian sikorban melawan, lalu pelaku menampar pipi bunga sambil mengancam bunga untuk dibunuh, jelas bunga kepada sejumlah awak media, Rabu (3/10/18) yang didampingi ibu dan Ketua Cabang TRC-PA kabpaten Nias selatan.

Bunga yang tak berdaya apalagi baru berumur 13 tahun akhirnya mengalah apalagi ancaman nyawa, lalu laki -laki tua yang berumur 57 tahun melampiaskan nafsunya, kemudian sipelaku kembali mengancam Sikorban dengan kata-kata. ” Apabila kamu memberi tahu kejadian ini, maka saya akan membunuhmu, mama juga orang pamanmu, saya bunuh”, tandas ibu korban!

Setelah kejadian ini menimpa si Bunga, lalu bunga pergi kerumah dan langsung tidur dan selama 3 hari bunga tertutup dirumah, merasa sakit badannya, jelas ibu korban.

Lalu pada hari kamis (27/9/2018), ibu sikorban menanyakan keadaan bunga yang kelihatan tertutup semenjak kejadian itu, ibu korban yang bernisial RT menanyakan? ” kenapa kamu, nak”, lalu bunga menjawab dengan pelan – pelan berkata ” ma, kalao saya memberitahu ini, kita akan dibunuh, termasuk orang paman yang akan dibunuh, dimana hari minggu kemaren sekitar jam 11.00 wib saya telah diperkosa oleh S. Tel di kamar mandi umum, lalu saya diancam untuk tidak memberitahu kejadian ini, karena saya takut, tandas ibu bunga!

Baca Juga  Bupati Nias Utara Berjanji Copot Jhonny Sihombing Sebagai Plt Sekda Usai Seleksi JPT Pratama.

Mendengar kejadian yang menimpa diri anaknya si bunga, Ibu Korban RT melaporkan kejadian ini kepolres nisel dengan Nomor : STTLP : 143/IX/2018/SPK”B” SU/ Res – Nisel dan LP/170/IX/2018/SPK “B” /Res – Nisel, tanggal 27 September 2018 serta SP2HP No: B/490/IX/2018/Reskrim Rujukan LP Nomor :LP/170/IX/2018/SPK”B”/SU res-Nisel, tanggal 27 September 2018 Pelapor “RT” atas dugaan tindak pidana “Persetubuhan dan Pencabulan” sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 82 dari Undang -Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak (Kebiri).

Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini berjarak dari rumah Bunga sekitar 20 Meter, dan 40 Meter rumah sipelaku, jelas ibu korban!

Pada hari selasa, (2/10/18) pada sore harinya Ibu sikorban kembali diancam oleh sipelaku dengan membawa golok dan tombak, dan Untung ibu sikorban lari. Kejadian ini terjadi ketika Ibu Korban yang bernisial RT pergi keladang untuk mengambil daun ubi, jelas RT!

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua Unit Tim Reaksi Cepat-Perlindungan Anak (TRC-PA) kab. Nisel, Rabu (3/10/18), Pihak Lature mengatakan bahwa kasus pencabulan ini pihak TRC PA Kab. Nisel siap mendampingi pihak keluarga sikorban hingga pengadilan, dan meminta kepada Polres Nisel segera menangkap sipelaku, tandas lature kepada awak media

Ibu si korban mengharapkan agar polres nisel segera menangkap sipelaku, karena selain anak saya trauma, kami juga keluarganya terancam sesuai ancaman sipelaku kepada ‘Bunga’, harap RT!

Peliput: Riswan Gowasa.
Editor : Aj

print

Iklan pt bukit asam Iklan Visit Banten Iklan Caleg Banten Dapil Lebak Iklan SOAK

Berita Populer

To Top