Leaderboard
Berita Utama

Terdakwa Pencabulan Anak di Bawah Umur Divonis 8 Tahun Penjara

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ardyansyah, terdakwa pencabulan anak di bawah umur yang masih berusia 15 tahun, divonis 8 tahun penjara.

Pemuda berusia 24 tahun ini ditengarai terbukti melakukan tipu muslihat dengan serangkaian kebohongan dan membujuk rayu seorang anak di bawah umur, Lala gadis berumur 15 tahun dan melakukan persetubuhan (pencabulan).

Ardyansyah divonis oleh Ketua Majelis Hakim Tuty Haryati dan denda sebesar Rp 1 miliar rupiah, apabila tidak dibayar maka diganti 2 bulan penjara, di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (13/9/2018) dalam acara persidangan yang terbuka untuk umum.

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Ardyansyah jauh lebih ringan dengan tuntutan Jaksa Esti Alda Putri, dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang yang menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara dan denda Rp miliar, subsider 3 bulan kurungan.

Menurut Ketua Majelis Hkim, Tuty Haryati yang dibantu hakim anggota, Lebanus Sinurat dan Gunawan dalam putusannya terdakwa Ardi terbukti melakukan percabulan terhadap anak di bawah umur, yang mengakibatkan Lala sekaku korban mengalami trauma dan psikis.

Jalintar Simbolon selaku penasehat hukum terdakwa menjelaskan, “Peristiwa hukum sesuai dengan BAP polisi pada tanggal 16 Januari 2018 Ardy memang melakukan pencabulan di kontrakannya terhadap Lala yang dikenalnya lewat media sosial.”

Perihal yang menjadi keanehan berdasarkan hasil visum et revertum pada tanggal 14 Februari 2018 lalu berdasarkan No 445.17/14.02/RSU/Tangsel, dari pemeriksaan Dokter Kinanti Utami, Spesialis Forensik Ultra Sanografi (USG) korban Lala, didapat kantong kehamilan usia kandungan antara 7 sampai 8 minggu.

“Hasil visum et revertum pemeriksaan dokter tidak masuk logika dan tidak dipertimbangkan hakim dalam putusannya,” ujar Jalintar.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa pencabulan terjadi pada tanggal 16 Januari 2018 sampai tanggal 14 Februari 2018, belum genap 30 hari.

Baca Juga  Tim Elang Cisadane Gelar Razia Preman Di Wilayah Kota Tangerang

Tetapi, mengapa hasil visum bisa mengatakan terdapat usia kandungan 7 sampai 8 minggu?

Keterangan dari saksi Guming, suami Lala, Ketua RT dan Pendeta yang menikahkan Lala dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Ditambah dengan surat keterangan yang dikeluarkan Lurah Setu Tangsel, yang isinya menyatakan bawa Lala sudah pernah menikah, sama sekali tidak dipertimbangkan hakim.

Penasehat hukum terdakwa, Jalintar Simbolon yang diminta tanggapannya atas vonis yang dijatuhkan hakim terhadap kliennya, tidak bisa menerima, karena apa yang dilakukan Ardy tidak terbukti (hanya sebatas bercumbu-red) dan akan melakukan upaya hukum banding.

“Kalau hasil DNA sudah keluar kita akan langsung PK demi untuk mencari keadilan,” ujar Jalintar.

Perbuatan terdakwa Ardy sesuai dengan dakwaan melanggar pasal 81 (ayat) 2 UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah UU No 1 Tahun 2016 atas perobahan kedua UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak Jis UU No 35 Tahun 2014 atas perobahan UU No 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan anak

Penulis: JP. Dasuha.
Editor: Dny.

print

Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top