Leaderboard
Banyuwangi

Rupiah Melemah, Peternak Ayam Petelor Menjerit

Peternak Ayam

BANYUWANGI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Hingga saat ini, bahan baku pakan ternak masih mengandalkan komoditas dari luar negeri. Karena itu, ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah, dampaknya dirasakan langsung oleh peternak ayam petelor.

Yang membuat para peternak semakin resah, naiknya harga pakan karena melemahnya rupiah, tidak serta merta diimbangi dengan kenaikan harga jual produk peternakan mereka. Aris (40), peternak ayam petelur warga RT 03 RW 02, Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi mengatakan, sudah sebulan belakangan harga pakan ternak mengalami kenaikan.

“Harga normal Rp 710 ribu per saknya, sekarang harga pakan Rp 740 ribu per saknya. Sedikit sih naiknya per 1 sak Rp 15 ribu, tapi jika di kali banyak, kan lumayan juga. Kenaikan ini terjadi sejak satu bulan terakhir,” ujar Aris Selasa (11/9/2018).

Aris menjelaskan, setiap satu minggu sekali ia harus membeli pakan ayam sebanyak 2 kwintal konsentrat. Pakan sebanyak itu diperuntukkan bagi 600 ayam petelur miliknya. Yang membuatnya resah, kenaikan harga pakan tidak diiringi dengan kenaikan harga jual telur hasil ternaknya.

Sementara itu menurut Aris, harga jual telor yang awalnya perkilo Rp 23 ribu turun menjadi Rp 19 ribu perkilonya.”

Bukan hanya konsentrat yang mengalami kenaikan mas? harga katul yang awalnya Rp 3000 perkilo menjadi Rp 4000 perkilo, dan jagung yang awalnya Rp 3800 perkilonya naik menjadi Rp 4600 perkilonya,” tambahnya.

Penulis : MS/Mtf.
Editor : Aj

print

Iklan Caleg Banten Dapil Lebak Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top