Leaderboard
Tangerang

Citra Raya jadi “Kawasan Prostitusi”. MUI Kecamatan : “Itu Harus Ditutup”

Kawasan Prostitusi

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kec. Panongan terlihat gusar, saat melihat sebuah tempat yang tadinya di jadikan oleh warga masyarakat sekitar sebagai persinggahan penghilang penat kini seperti banyak berubah. Kawasan yang dilengkapi dengan berbagai aneka jajanan yang siap Saji, kini ada melengkapi baru yang dinilai banyak meminatnya seperti adanya bisnis esek-esek di kawasan yang terbilang lengkap dengan berbagai jenis makanan dan hiburan itu.

Anwar Munawar, pria kelahiran Sukabumi itu merasa terpukul dengan munculnya kabar di sebuah Media Online ternama, bahwa Mardi Gres Citra Raya Kabupaten Tangerang itu banyak berubah, bahwa disinyalir menjadi sebuah kawasan Prostitusi terselubung.

Menurut Pria yang kini masih menjabat sebagi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cisauk itu merasa ada yang berubah yang oleh sejumlah kalangan masyarakat serta beberapa kelompok keluarga di jadikan tempat bermain sambil menikmati berbagai macam Jajanan serta makanan siap Saji tersebut, seperti yang tak terlihat sebagaimana layaknya sebuah tempat rekreasi dengan berbagai sarana hiburan.

“Penilaian kami pun sepertinya lebih menjurus kepada perubahan fungsi dari sebuah kawasan bermain dan kini sepetinya jadi kawasan yang menurut kami cukup berbahaya bagi perkembangan akhlak generasi muda kita saat ini, nantinya mereka tidak hanya menikmati aneka macam hiburan yang memang cukup lengkap serta terjangkau oleh kocek semua lapisan masyarakat, namun mereka juga mencari hal-hal yang dianggapnya baru, serta rasa ingin untuk memcobanya pasti ada, semisal mereka coba masuk ke sejumlah Ruko yang memang di peruntukan sebagai tempat pijat tradisional atau Refleksi, dan hal ini sangat lah menganggu serta akhirnya mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar, masa anak menjelang remaja usia sekolah menengah ada di panti pijat, ini kan udah ga benar “, Kata Anwar Munawar Kamis malam, (13/09/18) di Kawasan Food Court Mardi Gres Citra Raya.

Baca Juga  Wanita Tangguh Dari Tanggamus

Sambil Menikmati segelas kopi susunya yang telah dipesannya Anwar menyatakan kepada wartawan Median Online Nasional saat di tanya tentang adanya praktek pijat tradisional serta refleksi yang juga disinyalir melayani para lelaki penikmat kepuasan birahi sesaat menyayangkan akan adanya praktek bisnis yang berbau “esek-esek”.

” Menurut Kami hal ini adalah persoalan klasik, yang memang seharusnya tidak pernah ada di lingkungan bermain atau Kawasan yang memang di peruntukan sebagai kawanan kajajanan dan bermain untuk semua kalangan, seperti Mardi Gres Citra Raya ini”, kata Anwar Munawar. Dijelaskan Anwar bahwa pihak MUI Kecamatan lebih menekankan kepada pihak terkait agar saling koordinasi, terutama Muspika yang ada di wilayah Panongan ini,

” Muspika Kecamatan Panongan baik dari Camat, Koramiln serta Polsek setempat agar duduk bareng bersama kami selaku lembaga yang dibentuk di daerah atau lembaga yang sifatnya Pengayom, karena tanpa adanya Majlis Ulama yang tentunya merupakan wadah panutan umat Islam dibarengi kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, kemaksiatan yang sekarang sudah terlihat, lambat laun akan hilang, karena termakan aturan yang telah dituangkan di dalam kehidupan bermasyarakat yang mempunyai nilai lebih serta kemaslahatan dapat terlihat juga terasa mamfaatnya ketika warga masyarakat itu saling berinteraksi satu dengan yang lainya “, kata Ketua MUI Kecamatan Panongan yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Kecamatan Cisauk itu.

Penulis : Ard.
Editor : Aj.

print

Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top