Leaderboard
Jawa Tengah

Aliansi Masyarakat Cilacap Gugat Pemerintah Pusat

Pemerintah Pusat

CILACAP, IGLOBALNEWS.CO.ID – Permasalahan pencemaran lingkungan oleh PT. Sumber Segara Primadaya (S2P) melalui unit produksi PLTU Kabupaten Cilacap kepada masyarakat Winong belum kunjung selesai.Aliansi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) Melakukan aksinya ke pemerintah pusat kamis (13/9/2018), kementerian kehutanan serta Komnas Ham.

Aksi ini mereka lakukan untuk mendesak pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan permasalahan pelanggaran lingkungan oleh PT. S2P serta menuntut pemerintah untuk memperhatikan nasib masyarakat winong yang semakin menderita.

Dalam releasenya, volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan oleh PLTU Unit 1 dan 2 ialah 4500 ton/bulan, ini belum ditambah dengan unit 3.

Menurut Riyanto perwakilan FMWPL “akibat adanya pembuangan limbah B3 (fly ash dan bottom ash) yang berada di permukiman kami, menimbulkan dampak debu yang sanggat menganggu dan terutama lingkungan jadi tidak sehat”. Melalui aksi ini kami menuntut pemerintah pusat mendengarkan suara kami serta memberikan sanksi kepada PT. S2P yang sudah menyengsarakan masyarakat Winong.

Hal setara juga di sampaikan Fahmi Bastian, perwakilan dari WALHI wilayah Jawa tengah, mengatakan bahwa “aktivitas penimbunan dan pembuangan limbah B3 ini jelas menimbulkan dampak perburukan kualitas lingkungan dan melanggar peraturan perundang-undangan karena tidak memiliki izin.

Melalui kajian yang dilakukan terbukti PT. S2P tidak memiliki izin dumping atau izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penimbunan limbah tersebut.

Salah satu peserta aksi Senja mengatakan “perjuangan kami dari Cilacap ke Jakarta butuh pengorbanan yang tak sedikit, sehingga kami memohon pihak pemerintah mau mendengarkan suara kami, karena kalau tidak kemana lagi kami mengadu”.

Penuli : Krishuda Qrs.
Editor : Aj.

print

Iklan Caleg Banten Dapil Lebak Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top