Leaderboard
Tangerang

Gara-Gara Turap Ambrol, Bidang Perencanaan Bina Marga Saling Tuding dengan Pelaksana Kontraktor

Turap Ambrol

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait ambrolnya turap penahan tanah (TPT) dalam proyek peningkatan jalan Syech Nawawi Bojong – Bugel yang dikerjakan oleh pihak rekanan PT. Griya Cemerlang Sejahtera menjadi suatu hal catatan buruk bagi Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang untuk di tahun 2018.

Pasalnya proyek pelebaran jalan yang disertai pembangunan turap dinding penahan tanah setinggi 3 (tiga) sampai 4 (empat) meter yang baru saja selesai dikerjakan roboh sepanjang 50 meter karena tidak kuat untuk menahan beban tekanan timbunan tanah

Akan hal ini pihak pelaksana kontraktor dengan pihak perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang berpolemik saling menuding dan menyalahkan terkait ambrolnya pembangunan proyek turap.

Menurut pelaksana dilapangan, Nainggolan saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (7/8/2018) terkait ambrolnya turap tersebut dirinya menganggap ini merupakan kesalahan teknis yang memang seharusnya menggunakan tiang pancang namun ini hanya memakai dolken.

Akan hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keterangan salah satu dari Bidang Perencanaan DBMSDA Kab. Tangerang berinisial (SA), yang mengatakan saat dikonfirmasi, dirinya malah sebaliknya menganggap ambrolnya turap setinggi 3 meter yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 12,5 Milyar diduga kuat ada kesalahan dengan metode pengerjaannya dan diduga pekerjaannya tidak sesuai spek RAB,

“Dari sisi perencanaan kalau sesuatu bangunan patah, dan posisinya bukan kesalahan secara struktural dibawah, berarti pekerjaan yang patah itu bisa jadi ada metode pekerjaannya yang salah yang diduga tidak mengikuti spek RAB,” ujar (SA) saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut ( SA ) menambahkan, “kalau memang dia menganggap kita salah dari pihak perencanaan kenapa tidak dirubah dari awal sama dia, disitu ada tim ahli, dan ada konsultan supervisi yang dibayar untuk mengawasi, sekarang mana kinerja mereka? Dan mana hasilnya?. Jangan ujug-ujug setiap bangunan roboh Bidang Perencanaan yang disalahkan, sekarang berbicara memakai tiang pancang memang benar kuat, akan tetapi masa bangunan setinggi 3 meter harus memakai tiang pancang, sama saja ibaratkan mau membunuh nyamuk pakai Bom, artinya tidak efisien”, tuturnya dengan nada sedikit kesal.

Baca Juga  IMB BELUM TERBIT,PEMBANGUNAN PASAR GUDANG TIGARAKSA TERUS BERJALAN

Sementara (Sc) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) menegaskan terkait robohnya turap tersebut dirinya belum bisa memastikan sebelum adanya data perencanaan yang kongkrit dilapangan, dan PPTK juga tidak bisa menyalahkan ini kesalahan siapa, yang pasti harus dengan backup data yang sesuai dari tenaga ahli dan dari perencanaan, dan bahkan sampai saat ini pun pihak PPKo pelaksana belum mendapatkan data apapun dari perencanaan kalau memang ada kesalahan dari pihak perencanaan,

“Saya belum bisa memastikan terkait robohnya turap tersebut sebelum memperoleh data perencanaan yang kongkrit dilapangan,dan saya pun tidak bisa menyalahkan ini kesalahan siapa, sebelum adanya data yang sesuai dari tenaga ahli dan perencanaan, dan bahkan pihak PPko pelaksana sampai saat ini belum mendapatkan data apapun dari perencanaan kalau memang ada kesalahan dari pihak perencanaan”, tegasnya, Rabu (8/8/2018). Saat ditemui dikantornya.

Saat dikonfirmasi, Slamet Budi mengatakan, “kalau Perencanaan sudah melakukan kajian perencanaan secara optimal dan kita pun slalu meminta pendapat juga dari UI dan BPPT karena kita memang kerja sama dengan UI dan BPPT,” pungkasnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Rabu (8/8/2018).

Sampai berita yang kedua kalinya dipublikasikan, Makrup sebagai bos kontraktor belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi, adapun saat di mintai hak jawab melalui pesan singkat Whatsapp malah diblokir.

Penulis: Rd
Editor: Aj

print

Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top