Leaderboard
Aceh

Hilang Pemimpin Bisa Diganti, Hilang Moral, Hidup Tiada Arti

Pemimpin

ACEH, IGLOBALNEWS.CO.ID – Beberapa waktu lalu Aceh kembali digemparkan dengan suatu issue yang menyengat hati publik. Seperti diketahui pada Kamis, (4/07/2018) Tokoh nomor satu di bumi Serambi Mekkah tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi. Hal itu dibuktikan dengan adanya OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan oleh pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Provinsi Aceh.

Namun sejauh ini belum ada suatu kepastian mengapa itu semua bisa terjadi dan bahkan kejadian itu diluar dugaan masyarakat Aceh pada umumnya. Semenjak kejadian tersebut terjadi, banyak kicauan dari berbagai sudut kota bahkan desa mencuat tak dapat dihindari, mereka melantunkan kicauan yang sangat panjang yang dianggapnya sangat merdu namun pada dasarnya sebagian mereka bahkan tak memahami makna, dan akibat dari setiap kicauan yang mereka lantunkan.

Aceh boleh kehilangan sosok pemimpin seperti IY, namun Aceh jangan sampai kehilangan integritas moral yang dilandasi oleh nilai-nilai keagamaan, bahkan sampai menghilangkan integritas bangsa Aceh yang selama ini dinilai kental akan norma-norma keislamannya.

Bahkan sungguh disayangkan, kicauan yang selama ini berbunyi di kalangan masyarakat perumpamaan suatu deringan tanpa makna. Hal itu yang perlu dihilangkan dalam kehidupan masyarakat Aceh, karena hakikatnya “Kicauan tanpa makna layaknya nyanyian tanpa suara” semua tidak ada gunanya.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu beradu argumen dengan saling menjatuhkan antara satu pihak dengan pihak lainnya bahkan mencaci sosok pemimpin yang sedang tersandung suatu kasus seperti yang sedang di alami IY dan beberapa pejabat lainnya.

Bukan tidak boleh mengkritisi sesuatu yang dianggap salah, karena dengan adanya suatu kritikan itu bertanda masyarakat sudah menghilangkan jiwa apatisnya.

Namun pada dasarnya kritikan yang perlu diterapkan oleh masyarakat Aceh yaitu suatu kritikan yang bersifat membangun bukan sebaliknya malah menjatuhkan sebelah pihak.

Baca Juga  Dinsos Aceh Lakukan Penandatanganan Kontrak Senilai Rp 16,82 Miliar

Cacian dan makian yang selama ini terjadi di kalangan masyarakat Aceh dinilai dapat memicu konflik yang berkepanjangan dan menjadikannya suatu permulaan dari korosi sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Yang salah harus ditindaklanjuti dan yang benar perlu diberikan apresiasi.

Walau bagaimana pun IY adalah sosok yang pernah menjadi panutan masyarakat di dunia perpolitikan sebagai pemimpin di Tanah Rencong, akan tetapi semenjak memiliki hubungan dengan pihak KPK sebagian besar kepercayaan yang pernah mekar di kalangan masyarakat seketika layu bahkan serasa tak pernah tumbuh.

Sekedar tuduhan atau kah memang kenyataannya kasus itu benar dilakukan oleh IY dan beberapa pejabat lainnya? Namun, itu semua masih tugas dari KPK untuk menyelidiki nya. Masyarakat hanya perlu mendoakan yang terbaik untuk bumi Serambi Mekah dengan tidak mencaci terhadap suatu hal
yang belum pasti. Aceh harus tetap bermartabat dan tak lepas dari nilai-nilai keislamannya.

Penulis: Izan Aulia
Mahasiswa FISIP UIN AR-RANIRY

print
Iklan Caleg Banten Dapil Lebak Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top