Leaderboard
Berita Utama

Tokoh Muda Muhammadiyah Kritik Basarnas Berhentikan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Tokoh Muda Muhammadiyah Kritik Basarnas Berhentikan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

MEDAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Tenggelamnya kapal KM. Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara beberapa pekan yang lalu (18/6/2018) sekira pukul 17.30 WIB menjadi duka yang mendalam buat kita semua, khususnya keluarga korban.

Hal itu merupakan wujud pelayaran di Danau Toba yang masih kurang baik. Ironisnya, pada Senin (2/7/2018) pihak Basarnas telah menyampaikan akan memberhentikan pencarian terhadap korban KM. Sinar Bangun.

Seperti dilansir berita tribunbatam.id-Simalungun, Senin (2/7/2018). Basarnas gagal mendatangkan robot atau ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk dibawa ke permukaan.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji mengaku tak dapat mendatangkan alat tersebut. Karena, untuk mendatangkan alat tersebut membutuhkan waktu sebulan.

“Kita harus melihat kondisi korban. Alat itupun datangnya satu bulan, belum lagi melihat kondisi ini”, katanya usai pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pematangraya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/7/2018).

Rencana pemberhentian itupun banyak menuai kritikan dan penolakan dari berbagai kalangan. Salah satunya, datang dari tokoh muda Muhammadiyah Sumatera Utara, Budi Setiawan Siregar

“Duka mereka sama dengan duka kita semua, ini berarti duka Sumatera Utara. Seharusnya, diangkat jangan ditakut-takuti keluarga korban dengan cara pengangkatan dengan pukat dapat dikhawatirkan jasadnya akan hancur. Ini yang membuat keluarga korban jadi banyak yang berpikir tidak baik”, tegas Budi.

Persoalannya menurut Budi, inikan masalah kemanusiaan, maka harus menjadi perhatian kita bersama dan semua pihak. Pemerintah harus mampu mencari formulasi cerdas sampai akhirnya dapat mengangkat kapal yang sudah dimonitor.

“Cari formula dengan alat lain, ini masalah kemanusiaan. Banyak alat yang bisa dipakai untuk pengambilan jasad tersebut, ya pasti lebih mahal tapi inikan menyangkut masalah kemanusiaan”, tutur mantan Ketua DPD IMM Sumatera Utara.

Baca Juga  PWI Provinsi Banten Siap Fasilitasi Anggota JTR Menjadi Peserta KLW

Selain itu, lanjut Budi, persoalan ini juga berkaitan dengan masalah parawisata Danau Toba ke depannya.

“Ini pasti berdampak pada kegiatan parawisata Danau Toba kedepannya, karena dapat mengakibatkan turunnya minat investor dan banyak segi negatifnya bagi Danau Toba dan Indonesia”, tutup Budi mengakhiri wawancara dengan iGlobalNews.

Penulis: Lubis.
Editor: Dani.

print

Iklan Caleg Banten Dapil Lebak Iklan Banunanda Nias

Berita Populer

To Top