Sulawesi Tengah

Tanpa Sosialisasi, Jalan Houling PT. Bumanik di Tututp Warga

PT. Bumanik

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – PT. Bumanik (Bukit Makmur Nikel tama), salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral yang beroperasi di Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara dinilai meresahkan dan merugikan warga desa lingkar tambang, pasalnya PT. Bumanik tidak transparansi terkait pembebasan lahan, terjadinya kriminalisasi, dan rekrutmen tenaga kerja lokal yang minim serta memberikan dampak lingkungan dan nyata telah merugikan warga lingkar tambang.

Sejumlah pemicu atas pemalangan jalan houling tersebut diungkapkan warga setempat, antara lain soal pembebasan lahan yang tidak transparansi , adanya pencemaran lingkungan hingga kriminalisasi terhadap warga yang melakukan protes terhadap perusahaan tersebut.

Disisi lain, perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja lokal juga tidak prioritaskan masyarakat lingkar timbang. Hal Itu semua yang bikin warga kesal selama ini, kata Marten warga desa Molores yang berada di wilayah desa lingkar tambang PT. Bumanik.

” Sejak awal, perusahaan ini telah beraktifitas dengan membuka jalan houling di wilayah desa Molores tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

Lalu secara sepihak PT. Bumanik melakukan pembebasan lahan melalui Kepala Desa Molores tanpa sepengetahuan masyarakat selaku pemilik lahan “. Ungkap Marten

“Setelah warga melakukan aksi protes dengan cara memalang jalan houling yang berada dilokasi/lahan masyarakat setempat, baru pihak perusahaan melakukan sosialisasi.

“Saat itu, pihak perusahaan mengakui tidak melakukan musyawarah dengan masyarakat dan langsung melalakukan pembebasan sepihak kepada Kades Molores”. Ungkap Arsyad warga Desa Molino

Arsyad menambahkan, “Belum lagi soal rekrutmen tenaga kerja lokal, sebagian besar tenaga kerja yang bekerja di PT. Bumanik adalah orang diluar lingkar tambangnya. Padahal, masih banyak masyarakat lingkar tambang yang menganggur dan memiliki berkompeten”.

“Bukan hanya itu, PT. Bumanik juga dalam melakukan aktifitas tidak memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkannya Sehingga masyarakat sekitar harus menikmati dampak negatifnya.

Baca Juga  Merayakan Natal, Wakil Bupati Morowali Gelar Open House

“Oleh sejumlah pokok permasalahan tersebut, maka kami bersepakat akan melakukan aksi, kamis, 19 April 2018,” tutupnya.

Peliput : Abd Rahman Tanra

Editor: Aj

align center alterntif text

Berita Populer

To Top