Leaderboard
Banyuwangi

M. Yunus Wahyudi Minta Kajati Jatim Periksa Bupati Anas dan DPR

Periksa Bupati Anas dan DPR

BANYUWANGI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait dengan dana hibah ke PCNU Banyuwangi yang sudah dilaporkannya
ke Kejati Jatim, Muhammad Yunus Wahyudi mengatakan bahwa dirinya sudah diperiksa di penjara saat ditahan karena dilaporkan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh pihak PCNU Banyuwangi. Hal tersebut dijelaskan Muhammad Yunus Wahyudi di depan Kantor Kejari Banyuwangi, Senin (16/04/2018).

Menurut Yunus, dia ditahan karena tumpangan politik oleh Bupati Anas, “Anas yang memenjarakan Saya, oleh karena itu Bupati Anas akan Saya balas. Bupati Anas harus masuk penjara. Saya tidak pernah takut, Saya tantang langsung Bupati Anas, lebih benar mana di hadapan Tuhan dan masyarakat Banyuwangi? Saya atau Bupati Anas?”, ujar Yunus.

“Saya sebagai Presiden rakyat Banyuwangi bisa mencopot Bupati Anas terkait dengan dugaan korupsinya, kalau Bupati Anas tidak terima suruh laporkan Saya lagi, tak tiduri penjara lagi dan Saya yakin hukum Tuhan secepatnya akan memasukkan Anas ke dalam penjara,” ucap Yunus.

Lanjut Yunus, bahwa terkait dana Bansos ke PCNU Banyuwangi sekitar Rp 16.955.000.000,- (enambelas miliar sembilan ratus lima puluh lima juta rupiah) ini tidak jelas kegunaannya, kata Yunus.

Dia sudah menemukan data-data yang valid. Bahwa dana tersebut dialirkan ke yayasan-yayasan yang fiktif, tidak ada yayasannya, ada yayasannya tapi tidak menerima, oknum-oknum di tubuh NU ini terlalu berani, memanfaatkan NU untuk kepentingan politik dan kepentingan pribadi.

“Saya pribadi sebagai warga NU tidak terima dan pada tanggal 21 ini saya akan mencalonkan diri sebagai Ketua NU Banyuwangi, Akan Saya rombak habis siapa yang jadi maling dan kucing garong,” ujar Yunus.

“Kemudian terkait Dana Bansos yang sudah dilaporkan ke Kejati Jatim, Saya sudah dipanggil Kejati Jatim, sudah 24
orang yang diperiksa dan 4 orang Pemda yang mengeluarkan dana Bansos tersebut juga diperiksa beserta pengurus-pengurus PCNU Banyuwangi lainnya,” tambah Yunus.

Baca Juga  Jelang Idhul Adha, Pedagang Kambing Mulai Buka Kandang di Tepi Jalan

“Saya meminta kepada Kajati Jatim untuk memeriksa Bupati Anas dan DPR,” pinta Yunus.

“Karena saat itu dana APBD devisit 175 miliar, mengapa harus mengeluarkan dana hibah sejumlah 95 miliar? Ini diduga permainan akal-akalan yang disponsori dan diaktor intelektuali oleh Bupati Anas,” kata Yunus.

Yunus berharap, Kejati Jatim harus urus tuntas tentang dugaan koruptor di tubuh NU yang ada diBanyuwangi.

“Kalau Kejaksaan masuk angin, saya sudah sumpah kemarin akan melakukan demo ribuan orang di depan Kejati Jatim,” tutup Yunus.
Peliput: Mtf.

print
Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top