Leaderboard
Berita Utama

Ketum PWO Marnala: Media Online Gurem Harus Dibina, Bukan Dibinasakan

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia akan membantu anggotanya mengurus atau membuat perusahaan pengelola online dengan biaya murah meriah.

Demikian dikatakan Ketum PWO Marnala Manurung kepada media tadi siang, Senin (16/4/2018).

Marnala tak menampik, saat ini banyak media online belum berbadan hukum. Hanya dengan modal web sudah mengklaim sebagai media. Padahal ini bertententangan dengan peraturan perundang- undangan.

Menurutnya, media online yang tidak berbadan hukum tersebut bisa dikatakan abal-abal, atau media online gurem.

“Adalah tugas PWO membina mereka untuk taat hukum. Bukan malah dibinasakan,” tegasnya.

Seperti diketahui, peraturan yang dikeluarkan Dewan Pers, membatasi satu perseroan terbatas hanya boleh mengelola atau memproduksi satu media online.

Lagipula, perseroannya dibuat khusus, tidak boleh dicampur aduk dengan bidang lain, misalnya kontraktor, percetakan dan lainnya.

Ketua PWO Bidang Dana/Pengembangan Usaha, Yunius Lase mengatakan, “Selain untuk melindungi para anggota dari pelanggaran hukum, juga untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.”

“Hanya dengan biaya Rp 3,3 juta sudah bisa memiliki perseroan terbatas. Akta notaris dan Kemkumham, juga pendaftaran ke Dewan Pers akan kita urus,” tandas Lase.

Foto: Yunius Lase (kiri)

Foto: Yunius Lase (kiri)

Menurut Lase, mereka yang membuat perusahaan, tidak perlu pusing memikirkan modal disetor sebagaimana ketentuan.

“Kami akan bantu dana segar untuk disetor ke bank. Dana ini akan bergulir sesuai kebutuhan,” tandas Lase yang mengaku sudah meneken MoU dengan beberapa notaris Jakarta untuk merealisasi program ini.

“Nanti kalau perseroannya sudah berdiri. Kami giring mereka untuk bergabung di IMO,” tandas Lase.

Editor: Danny.

print

Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top