Leaderboard
Sumatera Utara

Djarot: Kemajuan Suatu Daerah Terletak pada Tata Birokrasi

NIAS SELATAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Seminar Nasional yang bertema “Kreativitas dan Inovasi Desa dalam Pemberdayaan Perekonomian Daerah“ yang dilaksanakan di Aula Kampus STIKIP, STIE, STIH Nias Selatan, Senin (9/4/18) diselenggarakan oleh Forum Akademisi Ononiha (FAO) Nias Selatan.

Seminar ini diisi oleh para narasumber di antaranya: Sukaria Sinulingga, Djarot Saiful Hidayat, Hilarius Duha dan Sihar P.H Sitorus Pane. Sedangkan moderatornya dipandu oleh Hasaziduhu Moho dan diikuti oleh ribuan Mahasiswa Nias Selatan.

Dalam materinya, Djarot menjelaskan bahwa sesuai program Presiden Jokowi Widodo yang termuat dalam nawacita, bahwa pembangunan ini dimulai dari pinggiran yakni desa. Karena desa dan kelurahan merupakan garis terdepan dalam sisi pemerintahan, tentu kalau pembangunannya dimulai dari desa, tentu desa akan kuat dan maju.

“Maka secara otomatis kecamatan dan kabupaten ikut maju dan provinsi jelas maju, sehingga negara pun ikut kuat dan kokoh karena pembangunannya betul –betul mengangkat kehidupan masyarakat,” jelas Djarot dalam seminar tersebut.

“Pertanyaannya, dengan sistem pemerintahan seperti itu, apa yang perlu kita lakukan dalam mensinergikan? Hal ini sesuai pengalaman saya bahwa salah satu agen perubahan di dalam sistem pemerintahan kita adalah birokrasi,” katanya.

Ia melanjutkan, “Agen pembangunan itu adalah birokrasi, pemerintahan birokrasi itu dimulai dari pusat sampai di desa. Tetapi perlu kita ingat bahwa birokrasi itu punya penyakit yaitu biro patologi. Bila birokrasi berpenyakit maka masyarakat tidak akan percaya pemerintahan,” jelasnya.

“Penyakit birokrasi itu adalah korupsi, dan apabila birokrasi korupsi, pemimpinnya korupsi. Maka jangan harap masyarakat percaya pada birokrasi. Apabila penyakit ini tidak ada, maka rasa gotong royong kepada masyarakat akan tumbuh,” ujar Djarot.

“Yang kedua kolusi, ketika pimpinan mengangkat kepala birokrasi tidak sesuai kompetensi, maka jangan harap kemajuan birokrasinya, dan kepercayaan rakyat kepada birokrasinya tidak lagi,” ia melanjutkan.

Baca Juga  Jemaah Haji Debarkasi Medan Sudah Kembali ke Tanah Air 6.592 Jamaah

Tambah Djarot, “Yang ketiga adalah nepotisme, di sini juga adalah penyakit birokrasi karena keluarga, jika ini dihilangkan, maka birokrasi akan maju, dan kepercayaan rakyat semakin kuat terhadap pemerintahan, musuh kita bersama adalah KKN,” tandasnya.

Hilarius Duha dalam materinya menyampaikan bahwa pembangunan itu harus berkesinambungan dari pusat sampai di desa.

“Seperti pengelolaan dana desa yang telah ada regulasinya, dan regulasi ini sudah jelas bahwa dana desa itu digunakan untuk pembangunan, pembinaan masyarakat desa yang didasari dengan hasil musyawarah desa demi kemajuan perekonomian desa,” tandas Duha.

“Tentu aspek hukum, kalau sudah diatur dari atas sampai ke bawah, berarti siapa yang melanggar akan dikenakan sanksi, dan sanksi ini telah diatur sesuai regulasi yang ada,” jelasnya!

Setelah acara seminar selesai, mahasiswa menyerbu Djarot Saiful Hidayat untuk minta selfi dan foto bersama sebagai kenangan-kenangan.

Peliput: Riswan Gowasa

print
Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top