Leaderboard
Berita Utama

Laporan Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara sudah Mulai Diproses

Laporan Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara sudah Mulai Diproses

NIAS UTARA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Laporan aduan pendahuluan dugaan tindak pidana korupsi pada pembukaan badan jalan dari Dusun VIII Lafau menuju Desa Fadoro Hilimbowo Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara dengan anggaran DAK sebesar Rp 7 miliar sudah mulai diproses di Polres Nias. Dalam hal ini Kanit Tipikor.

Dewan Pimpinan Daerah Kepulauan Nias Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemantau Korupsi (DPD LSM-KPK Nusantara) telah menyampaikan laporan pengaduan di Polres Nias tanggal 23 Januari 2018. Tentang dugaan tindak pidana korupsi pada pembukaan badan jalan Dusun VIII Lafau menuju Desa Fadoro Hilimbowo Kecamatan Lahewa.

Pada pembukaan badan jalan tersebut, berdasarkan hasil perhitungan ahli dari DPD Kepulauan Nias LSM KPK Nusantara diduga banyak mengalami kerugian keuangan negara.

Kerugian mencapai miliaran rupiah, atau fiktif dari volume pekerjaan yang panjangnya diperkirakan 5.500 m. Seperti kebutuhan kayu gambangan yang diameternya tidak beraturan, termasuk harga kayu gambangan per batang.

Kemudian, ketebalan timbunan yang tidak sesuai dengan yang direncanakan pada bestek. Lalu, galian tanah yang fiktif dan banyak jenis pekerjaan lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Yulianus Harefa, Ketua DPD LSM KPK Nusantara Kepulauan Nias sangat mengharapkan kepada Polres Nias agar proses penyelidikan kasus ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga sesuai harapan masyarakat dalam mengungkap kasus korupsi di negara RI yang kita banggakan ini.

Hasil konfirmasi kepada Kanit Tipikor Polres Nias pada Selasa (13/03/2018) membenarkan bahwa laporan pengaduan  yang dimaksud sudah diterima dan telah ditunjuk jupernya dalam menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi itu.

Peliput: Bz

print
Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top