Leaderboard
Banyuwangi

Dinda: “dari 189 Desa di Banyuwangi, 89 Desa Masih Belum Mendaftar Menjadi Peserta JKN KIS”

JKN KIS

BANYUWANGI, IGLOBALNEWS.CO.ID – BPJS Kesehatan Banyuwangi menggelar kembali sosialisasi program JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat) kepada beberapa Kepala Desa dan Perangkat Desa se Banyuwangi dibalai Kantor DPM dan Desa Kabupaten Banyuwangi, karena dari 189 desa se Banyuwangi, 89 Desa masih belum mendaftar menjadi peserta JKN KIS, beber Dinda (Petugas BPJS Kesehatan Banyuwangi, bagian perluasan peserta), Senin (12/03/2018) kepada awak media.

Tambah Dinda, sosialisasi ini untuk program pekerja penerima upah, jadi berbeda dengan yang mandiri, kalau mandiri itu pembayarannya perorang, jika diKartu Keluarganya (KK) ada 5 orang anggota keluarga dan ikut kelas 2, itu bayarnya Rp 51 ribu perorang, jadi kalau KKnya berjumlah 5 orang, maka Rp 51 ribu x 5 orang.

Foto Para Kepala Desa dan Perangkat Desa

Foto Para Kepala Desa dan Perangkat Desa

Sementara pada program pekerja penerima upah itu, seperti Kepala Desa dan Perangkat Desa, bayarnya itu 5% dari gajinya dan nanti ada pembagiannya dan bayarnya itu perbulan, kata Dinda.

Lanjut Dinda, BPJS Kesehatan program JKN KIS ini fokusnya lebih menjamin kesehatan Kepala Desa dan Perangkat Desanya.

Kemudian menjadi peserta JKN KIS ini merupakan suatu keharusan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa, karena sudah diatur didalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan diatur didalam Perbup Banyuwangi Nomor 76 tahun 2016, yang intinya Kades dan Perangkat Desa wajib mendaftarkan menjadi peserta JKN KIS, tutup Dinda.

Penulis: Mtf/MS

Berita Populer

To Top