Leaderboard Selamat Hari Raya Idul Fitri
Jakarta

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2017 Stagnan

Indeks Persepsi Korupsi

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Transaparency International Indonesia (TII) merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017 Kamis (22/02/18)  di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut Indonesia masih stagnan di posisi 37 seperti tahun lalu.

Adapun yang menjadi indikator untuk penilaian mencakup sumber indeks data yaitu Bidang Hukum, ekonomi, Politik sampai demokrasi, sementara Wawan Suyatmiko dalam paparannya menjelaskan CPI ( Corruption Perfection Indeks) stganasi hal tersebut menunjukan kurang efektifnya pencegahan korupsi dari pihak pemerintah khususnya, kalangan politisi dan pebisnis.

TII menjelaskan melalui Sekjen Dadang Trisasongko bahwa korupsi dapat datang melalui dua arah dari sektor publik ataupun dari privat sektor menyikapi hasil tersebut ada beberapa rekomendasi yang disampaikan TII, Presiden harus mempercepat pendatanganan RanPerpres Antikorupsi, seraya membenahi tata kelola lembaga-lembaga penegak hukum dan mensinergikan, DPR dan Parpol wajib membangun, menjalankan agenda antikorupsi di tahun politik, untuk KPK harus memperkuat sinergi antara KPK dan APH (Kepolisian dan Kejaksaan) pada sektor swasta harus mengembangkan sistem antikorupsi internal dan turut aktif dalam upaya pencegahan korupsi dengan menerapkan bisnis bersih dan antikorupsi.

KPK mencatat penegak hukum banyak yang tertangkap karena korupsi, pada akhir 2017 ada 17 hakim, 7 jaksa, selain itu 144 anggota perlemen, 69 walikota/bupati serta 18 gubernur hal ini lah yang membuat stagnan IPK indonesia di jelaskan oleh Wakil Ketua KPK Laode Syarif.

Menurut Koordinator Monitoring Kebijakan Publik TRUTH (Tangerang Public Transparency Watch) Ahmad Priatna mengatakan melalui pesan singkat,  Jumat (23/02/18) “Kerja bersama antara Pemerintah, Masyarakat dan Swasta harus terus diupayakan dalam hal pencegahan, karena jika dilihat pemerintah sekarang hanya fokus pada infrastruktur saja, sehingga proses penegakan hukum terhadap kasus korupsi hanya dipandang sebelah mata, kasus novel penyidik KPK sampai hari ini belum selesai menjadi catatan buruk,  jadi pantas saja penegakan hukum yang lambat menjadi seba b CPI kita stganan” pungkas nana sapaan akrabnya.

Baca Juga  DPO Sejak September 2017, KPK Tangkap Mantan Kadis Tata Kota Manado Benny Mailangkay

Penulis : Juno

align center Selamat Melaksanakan Puasa Ramadhan align center Selamat Melaksanakan Puasa Ramadhan align center Selamat Melaksanakan Puasa Ramadhan

Berita Populer

Selamat Melaksanakan Puasa Ramadhan Selamat Hari Raya Idul Fitri BMSDA Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Kecamatan Bapenda
To Top