Leaderboard
Seputar Banten

HIPMA Desak Aparat Hukum Usut Tuntas Sengketa Tanah dan Tangkap Mafia Tanah

HIPMA

LEBAK, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kondisi carut-marut dan berlarutnya penyelesaian sengketa lahan di wilayah Kecamatan Maja Kabupaten Lebak menimbulkan keprihatinan bagi aktivis kepemudaan yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Maja.

Febri M Ramdani dalam diskusi panjangnya dengan Iglobalnews memaparkan secara lebar dan tanpa tedeng aling-aling terkait permasalahan mengenai sengketa lahan di Kecamatan Maja, Selasa (27/02/2018).

“Persoalan sengketa tanah ini meliputi cakupan yang sangat fantastis, luasan tanah diperkirakan mencapai 582 hektar, terletak disekitar 1.584 bidang yang berlokasi di enam desa yaitu Desa Curug Badak, Mekarsari, Pada Suka, Pasir Kembang, Buyut Mekar (wilayah Kecamatan Maja) dan Desa Cidadap (wilayah Curugbitung) Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang rencananya akan dibangun
oleh Ciputra Grup.

Sengketa lahan yang tidak terselesaikan membuat miris, bahkan sudah menjadi rahasia umum ada SPH ganda dalam persoalan ini, di mana ada SPH PT Equator dan SPH PT. Harvest Time yang akhirnya masyarakat dituduh menjual dua kali, dan ini jelas sangat merugikan bagi masyarakat.

Oleh karena itu kami sebagai generasi muda merasa tergerak untuk melakukan pembelaan terhadap warga yang telah menjadi korban dari ulah oknum yang hanya mencari keuntungan sendiri dengan cara menjebak dan menjadikan warga pemilik lahan sebagai tumbal.

Sampai sekarang masyarakat tidak mempunyai status hukum yang jelas, Ini merupakan benang kusut dan sengkarut yang sangat rumit untuk di urai dan mencari titik terang siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab.

Kami mengecam segala bentuk intimidasi yang dilakukan pihak manapun kepada warga serta kami mendesak agar oknum mafia tanah atau calo yang merugikan segera ditangkap. Sekali lagi kami mendesak agar aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan menangkap mafia tanah.

Baca Juga  Nelayan dan Tokoh Masyarakat Bersama BNN Lawan Peredaran Narkoba

Kami akan terus bergerak menggalang kekuatan rakyat untuk menghadapi mafia tanah karena kami menilai tindakan kejahatan mafia tanah harus dilawan dengan gerakan massif yang berani dari seluruh elemen masyarakat.

Kami juga mendesak pemerintah agar hadir ditengah masyarakat untuk menfasilitasi penyelesaian sengketa lahan, jangan hanya memihak kepada pemodal.

Selain itu berbagai perizinan terutama yang menyangkut hak perusahaan atas lahan perlu dilakukan audit dan investigasi lebih lanjut karena menurut analisa kami tidak sedikit perusahaan yang melakukan pembebasan lahan di daerah Kecamatan Maja yang menyimpan banyak misteri yang sulit dipecahkan secara logika.

Peliput: Endin_bek

print
Iklan Banunanda Nias Iklan Aceh

Berita Populer

To Top