Leaderboard Iklan HUT RI iglobalNews
Banyuwangi

Berdamai dengan Alam itu Indah dan Bermanfaat

BANYUWANGI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dalam beberapa tahun ini, kehidupan manusia kerap dihantui oleh wajah murung alam yang kian tidak bersahabat dan sering menuai murkanya di bumi. Anomali lingkungan adalah bukti nyata yang membuat manusia berpikir bahwa alam telah menciptakan dilema dan musibah besar bagi keberlangsungan dan keselamatan hidup manusia.

Gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, kemarau, pencemaran air, sampai kabut asap adalah teror dan bom terhebat yang mencederai manusia berulang kali dalam kurun sejarah. Krisis ekosistem yang bermula dari pergeseran paradigma manusia yang dulunya berpaham evolutif bahwa alam mengendalikan manusia. Manusia selalu bergantung penuh akan alam, kemudian dalam perkembangannya, manusia dengan segenap ego mengambil alih posisi, dan menempatkan diri sebagai penakluk dan penguasa terhadap lingkungan.

Revolusi pengetahuan yang banyak menciptakan bidang-bidang industri dan mampu menjawab dengan singkat apa yang diinginkan dan dibutuhkan manusia, merupakan faktor yang menjadi alasan mengapa alam selalu menjadi sasaran yang dapat dimanfaatkan dan dikendalikan.

Berbagai realitas yang demikian mencambuk kehidupan ideal di bumi dari masa ke masa tak ubahnya akibat kemunculan masyarakat beresiko (the risk society). Perilaku manusia yang menunjukkan ketidak ramahan dan ketidak bertanggungjawaban atas lingkungan.

Realitas yang telah mencederai iklim kehidupan tersebut, nyatanya sadar diakui sebagai tindak kriminal yang dilakukan oleh masyarakat beresiko. Yakni masyarakat yang menjadi biang kerok kerusakan alam dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Pemerkosaan alam ini dilakukan semata untuk memenuhi tujuan ekonomis saja, namun nihil memikirkan tentang efek yang ditimbulkan. Kemudian, jelas di halaman berikutnya memaparkan dilema besar tentang kondisi sosial politik masyarakatnya, bencana alam dahsyat, krisis lingkungan, beragam penyakit di kalangan masyarakat akibat pencemaran tanah, air dan udara, serta sederet dilema-dilema lainnya.

Baca Juga  DI DUGA PELAKU DUA PRIA DI AMANKAN DI POLRES BANYUWANGI

Lalu akankah kita memahami berbagai bencana ini melulu dengan pemahaman-pemahaman sempit seperti takdir yang tidak direncanakan? Ternyata pemahaman itu separuh besar adalah sebaliknya. Karena realitanya bencana alam yang hari ini timbul di tengah masyarakat adalah murni perbuatan manusia.

Spirit kapitalisme adalah penyebabnya. Tingginya dorongan untuk mengakumulasi modal sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi, telah melahirkan praktek eksploitasi sumber daya alam hingga melampaui batas-batas kewajaran. (MS)

Iklan Banunanda Nias Iklan HUT RI Aceh Kabupten Pidie
Iklan HUT RI Aceh Kabupten Pidie Iklan HUT RI Pemkab Nias

Berita Populer

To Top